Pasca Kenaikan Gas Elpiji 12 Kg, Polda Sumsel Awasi Oknum Nakal

 271 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Pasca pihak Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kilogram, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Saud Usman Nasution, memerintahkan jajarannya, untuk mengawasi oknum-oknum nakal.

Hal ini dijelaskan oleh Jendral berbintang dua ini, usai melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Assada Mapolda Sumsel.”Siapapun yang kedapatan curang dalam menjual elpiji, pasti akan kita proses. Kita masih terus sidak ke lapangan dengan menerjunkan anggota ke sejumlah kawasan,” katanya, Jumat (12/9) kemarin.

Selain memantau langsung penjualan dan distribusi elpiji di Sumsel, lanjut Saud, Polda Sumsel akan meminta data agen resmi dari Pertamina. Saud juga berharap, pihak Pertamina mensosialisasikan nama-nama agen resmi secara akurat kepada masyarakat luas untuk mencegah penipuan yang dialami masyarakat dalam pembelian gas elpiji.

Masih kata Saud, sejauh ini, Polda Sumsel dan jajaran belum menemukan tindak kecurangan dari agen atau penjual gas elpiji eceran. Namun, ini tidak serta merta menghentikan pemantauan di lapangan terkait penjualan dan distribusi gas elpiji di pasaran.

“Memang, masyarakat cemas adanya kenakalan dari penjualan elpiji sejak adanya kenaikan harga elpji 12 kilogram. Untuk itu, dihimbau kepada agen atau penjual eceran untuk tidak curang. Sanksi tegas berupa hukuman pidana akan diterapkan kepada siapa saja yang kedapatan berbuat curang,” tegas Saud.

Menurut sejumlah masyarakat di Palembang, resminya harga elpiji 12 kilogram membuat mereka cemas ada kecurangan terjadi. Misalnya, ada pedagang yang menjual elpiji 12 kilogram dari hasil suntikan elpiji tiga kilogram.

“Yang kita takutkan kualitas tabung dan kemurnian gasnya. Bisa jadi, gasnya hasil oplosan dan kualitas tabung tidak bagus sehingga potensi bocor. Untuk itu, Pertamina harus benar-benar memperhatikan hal tersebut demi keselamatan konsumen,” kata salah satu ibu rumah tangga, Tiwa.

Hingga Jumat (12/9) pukul 16.00 WIB, belum ada tanggapan resmi dari PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) Wilayah II Sumbagsel. Saat coba menghubungi ponsel Alicia Irzanova selaku Supervisor External Pertamina MOR Wilayah II Sumbagesel ponselnya tidak aktif.

TEKS: Oscar Ryzal

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster