Kerugian Samsat Palembang Lebih Dari Rp 64 miliar

 268 total views,  2 views today

Ilustrasi samsat-corner | Ist

Ilustrasi samsat-corner | Ist

PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), terus mendalami kasus pajak Tipikor di Samsat Palembang, setelah menetapkan seorang tersangka, hingga saat ini kerugian negara lebih dari Rp64 Milyar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Saud Usman Nasution, usai melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Mapolda Sumsel.

“Kita masih harus koordinasi dengan BPK Palembang terkait temuan penyidik. Jadi, belum bisa dipastikan apakah termasuk kerugian negara atau bukan. Tidak menutup kemungkinan, kerugian negara bertambah,” kata Saud, Jumat (12/9) kemarin.

Dilanjutkan Saud, temuan dugaan kerugian negara bertambah ditemukan dalam audit yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel. Dalam audit tersebut, Polda Sumsel menemukan adanya jumlah uang yang harus dipertanggungjawabkan oleh Samsat Palembang.

Sayang, Saud tidak menyebutkan nominal pasti dari temuan itu. Yang pasti, temuan itu masih harus diaudit oleh BPK Palembang untuk mengetahui apakah termasuk kerugian negara atau tidak.

Terkait oknum yang dijadikan tersangka, Saud menegaskan hingga saat ini belum ada penetapan ke arah tersebut. Polda Sumsel masih sibuk bekordinasi dengan BPK Sumsel terkait jumlah pasti dari kerugian negara. Setelah itu, barulah penyidikan menjurus ke arah penetapan siapa tersangkanya.

“Sembari koordinasi dengan BPK Palembang, kita juga sudah memintai keterangan beberapa saksi. Saksi yang kita panggil merupakan mereka yang dinilai tahu dengan setoran pajak di tahun 2012 di Samsat Palembang,” kata Saud.

Sebab itu, mereka yang saat ini tidak lagi memiliki jabatan di Samsat Palembang akan tetap dimintai keterangan sebagai saksi. Dengan catatan, dia mengetahui aliran dana pajak di Samsat Palembang di tahun 2012. Pihak-pihak terkait macam Bank Sumsel-Babel dan Dispenda Sumsel juga akan terus dimintai keterangan.

“Yang pasti, akan kita usut terus dugaan tipikor ini. Siapa pun yang dinilai harus bertanggungjawab, akan kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Saud.

Seperti diketahui, ditemukan dugaan tipikor di Samsat Palembang pada dana setoran pajak di tahun 2012. BPK Sumsel menemukan indikasi adanya kerugian negara senilai Rp 64 miliar dari dana setoran pajak tersebut. Temuan itu lalu dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Sumsel dan hingga saat ini masih diselidiki.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster