Gas Elpiji 12 kg Tembus Rp 140 Ribu Pertabung

 765 total views,  2 views today

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 12 Kg | Dok KS

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 12 Kg | Dok KS

INDERALAYA – Kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram sejak 10 September lalu langsung dirasakan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI). Harga gas 12 kg di Kabupaten OI, saat ini tembus Rp140 ribu pertabung. Harga tersebut membuat ibu rumah tangga dan pemilik usaha menjerit. Bahkan, sebagian pengguna gas elpiji 12kg, akan beralih ke gas elipiji 3kg, yang harganya jauh lebih murah.

Yani (35), warga Inderalaya mengatakan, kenaikan tersebut dinilai sangat memberatkan ibu rumah tangga. “Jelas berat Mas. Harganya sudah tembus Rp 140ribu pertabung,” keluhnya, kemarin.

Ia berharap, pemerintah bisa mengkaji kenaikan tersebut lantaran memberatkan masyarakat.”Untuk siasatinya, paling kita beralih ke 3kg,” paparnya.

Sementara itu, Maman, pedagang bakso di Inderalaya mengaku, kenaikan gas elpiji 12kg membuat dilema. Pasalnya, jika harga makanan dinaikan, dikhawatirkan berimbas pada pelanggan.

“Bingung kami, mau naikin harga gimana, tidak dinaikan rugi. Jadi terima sajalah,” singkatnya.

Toko Afif di Perumahan Persada Kecamatan Inderalaya Mulya Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, pihaknya terpaksa menaikkan harga elpiji 12 kilogram menjadi Rp125 ribu per-tabung.

“Kan memang naik dari Pertamina, otomatis, kita juga menaikkan, kalau tidak, kita yang rugi,” ujar pemilik toko Afif.

Sebelumnya, lanjutnya, pihaknya menjual elpiji 12 kilogram seharga Rp120 ribu per-tabung, dengan ada kenaikkan ini menjadi Rp125 per-tabung.

“Ya naik 5 ribu per-tabung dari sebelumnya,” ungkapnya tanpa menyebut harga modal, namun katanya sebelum kenaikkan pihaknya mengambil dengan harga Rp95 ribu per-tabung.

Di Kelurahan Timbangan, ada yang menjual tabung elpiji 12 kilogram Rp140 per-tabung, ini seperti diungkapkan Kadir, warga Kecamatan Inderalaya Utara menurutnya, masih murah ada yang jual Rp125 ribu per-tabung.

“Ini di Timbangan 32 ada yang jual Rp130 ribu pertabung, kurang jelas saya toko apa itu namanya. Yang jelas, mereka jual per-tabung 130 ribu, gila mahal sekali,” keluhnya.

Karena ini, dirinya terpaksa hijrah ke tabung elpiji 3 kilogram, karena dinilainya masih murah. “Kalau 3 kilogram masih 18 ribu, tidak ada kenaikan. Ya, masih enak tabung 3 kilogram,” imbuhnya.

Untuk itu, dirinya berencana akan meninggalkan tabung 12 kilogram. “Sebenarnya sudah lama mau saya tinggalkan tabung 12 kilogram. Oleh karena dari awal kita pakai 12 kilo saja. Kalau mahal begini, tidak mampu lagi kita,” tukasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster