Sumsel Masih Kurang Alat Penetralisir Asap

 318 total views,  2 views today

Alat General Matic Concil (GMC) sangat penting digunakan di bandara. Nampak Bandara SMB II Palembang diselimuti kabut asap. Foto ; Iwan Cheristian

PALEMBANG – Kendati telah memiliki delapan unit alat General Matic Concil (GMC), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, berencana akan kembali menambah alat untuk menetralisir asap tersebut. Alasannya, alat itu sangat penting mengingat kapasitasnya cukup memberikan peranan penting terutama di titik-titik vital di Sumsel.

“Di bandara misalnya, alat itu sangat penting. GMC itu, fungsinya cukup baik karenanya kita usulkan akan menambah kembali alat tersebut sebanyak delapan unit,” kata Gubernur Sumsel, Alex Noerdin yang dibincangi di Pemprov Sumsel, Kamis (11/9).

Menurutnya, kabut asap yang ada saat ini memang kerap kali terjadi setiap tahun. Ia juga tidak membantah, jika proses pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat untuk membuka lahan, salah satu penyebab timbulnya kabut asap.

“Tetapi itu, tidak sepenuhnya kesalahan warga. Ada kalanya, kondisi tumbuhan tersebut sudah sangat kering. Sehingga jika terjadi pergesekan dengan tumbuhan lain, ditambah embusan angin maka api bisa saja tersulut dan langsung membakar lahan itu,” terang Alex.

Meski demikian, agar asap ini tidak mengancam kesehatan warga Sumsel, ia tetap menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera mengambil tindakan preventif. Upaya pembagian masker yang telah dilakukan disejumlah titik di Palembang, serta penyiraman air (water boombing), adalah salah satunya.

“Dana (water boombing) tersebut, benar-benar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jadi bukan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel,” imbuhnya.

Alex juga menerangkan, sudah menginstruksikan Dinkes Sumsel untuk berkoordinasi dengan Dinkes di kabupaten/kota di Sumsel guna membagi-bagikan masker ke masyarakat untuk menghindar terserangnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Masker itu penting untuk antisipasi asap, agar tak terhisap oleh individu. Karenanya kami mengarahkan agar setiap Dinkes bisa membagikan masker ke berbagai titik rawan yang ada di Sumsel,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto menegaskan, pemasangan alat GMC memang digunakan untuk menetralisir asap yang ada di Bandara SMB II Palembang.

“GMC merupakan alat yang diberikan oleh BPPT, alat itu dipasang sejak beberapa pekan terakhir di bandara dan difungsikan selama 24 jam. Fungsi kerjanya alat itu, dengan melemparkan zat kimia ke udara yang bisa mengikat asap dan mengubah asap menjadi air,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster