“Sebaiknya Pemilukada tetap Langsung”

 265 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

BANYUASIN – Pro dan kontra terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang tengah digodok DPR RI dan bakal disahkan akhir September mendatang, masih terus terjadi.

Dalam RUU tersebut, diatur mekanisme Pemilukada yang sebelumnya dilakukan secara langsung oleh masyarakat namun akan dikembalikan ke dewan. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian menyebut, ada untung dan ruginya jika pemilukada dilakukan secara langsung.

“Jika pemilukada dilakukan secara langsung, itu sangat demokratis. Karena masyarakat lah, yang menentukan dan memilih pemimpinnnya. Memang pemilukada langsung ini, bisa menimbulkan ada perbedaan pendapat di masyarakat tetapi itulah namanya demokrasi,” kata Yan Anton yang dibincangi usai pelantikan anggota DPRD Banyuasin periode 2014-2019, Kamis (11/9).

Sementara jika pemilukada dipilih oleh dewan terang Yan, memang secara anggaran lebih efisien. “Tetapi kalau bupati dipilih dewan, apa iya bisa dikatakan sebagai pilihan rakyat. Sehingga kredibilitas kepala daerah itu dimata masyarakat, sangat kecil,” terag Yan.

Karenanya kata dia, secara pribadi ia lebih setuju jika pemilukada tetap dipilih langsung oleh masyarakat. Kalau pun ada kekurangan menurutnya, suatu yang wajar dan harus diperbaiki. “Secara pribadi, saya tetap setuju pemilukada langsung. Namun kita tunggu saja, apa putusan DPR RI. Yang pasti, jika itu sudah ditetapkan menjadi Undang-undang (UU) maka mau tidak mau harus dilaksanakan disemua daerah di Indonesia,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster