KPAID Pagaralam Kawal Kasus Asusila

 263 total views,  2 views today

PAGARALAM KSUpaya menekan ruang gerak pelaku perbuatan asusila yang berimbas pada psikologis, jajaran Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Pagaralam senantiasa siap melakukan pendampingan, baik memulikan psikologi korban hingga mengawal ke meja hijau.  

“Kita senantiasa siap mengawal korban asusila hingga ke meja hijau agar pelaku-pelaku perbuatan asusila dapat dihukum berat,” kata ketua KPAID kota Pagaralam, Haidir Murni SH, kemarin (11/9).  

Dikatakannya, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, untuk paa pelaku kejatan dimaksud dapat dipidana kurungan penjara hingga 15 tahun.  

“Seperti perbuatan Rianto (49) warga Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Senin lalu (8/9) pelaku pemerkosaan bocah berusia 13 tahun, warga Dusun Perandonan Kecamatan Pagaralam Utara itu akan kita kawal ke meja hijau hingga pelaku dihukum berat,” tegas Haidir.  

Meski demikian lanjutnya, Haidir mengimbau agar para orang tua dapat selalu mengawasi kegiatan anak-anak baik di sekolah hingga lingkungan tempat tinggal. Apalagi saat ini pengaruh teknologi baik handphone maupun media sosial dan lainnya begitu cepat berkembang hingga berdampak buruk pada perkembangan anak.  

“Kami imbau agar orang tua dapat memberikan sedikit ruang waktu baik itu memberi nasehat hingga mengawasi lingkungan pergaulan anak secara kontinyu,” katanya seraya berujar langkah ini dilakukan demi kebaikan diri anak itu sendiri maupun menjalankan tanggungjawab sebagai orang tua. 

Sebelumnya, Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi melalui Kapolsek Pagaralam Utara, AKP Mursal Mahdi SE mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan dengan dipancing melalui korban, yang dijanjikan untuk bertemu di belakang Pagaralam Squer (PS).  

“Tersangka Ranto sudah lima kali mengauli korban beberapa hari lalu, di rumah keluarganya di Desa Muarapinang Kabupaten Empat lawang,” ungkapnya.  

Korban kenal dangan tersangka lanjutnya, secara tidak sengaja melalui handphond (HP) dan berlanjut dengan pertemuan. Selanjutnya korban bertemu dengan tersangka dan langsung dibawa ke Muarapinang dan menginap diruma keluarga tersangka beberapa malam.    

“Setelah disekap beberapa hari diruma keluarga tersangka, akhirnya pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu bejadnya,” jelasnya seraya berkata kelang beberapa hari kemudian akhirnya korban berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi.

Kendati demikian kata Mursal, tersangka ini merupakan terget operasi (TO) Polres Empat Lawang dalam kasus pemerkosaan anak dibawah umur. Sedangkan di Polres Pagaralam terkait kasus penculikan anak.  

“Sesuai laporan polisi (LP) di Polres, tersangka terlibat penculikan, dan untuk kasus PPA Polsek Muara Pinang,” tegasnya. 

 

TEKS    : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster