Elpiji 12 Kg Tembus Rp 130 Ribu

 289 total views,  2 views today

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 12 Kg | Dok KS

PALEMBANG – Kenaikan harga elpiji tabung 12 Kilogram (Kg), membuat elpiji non subsidi ini banyak ditinggalkan. Masyarakat terutama pengusaha kecil dan menengah, kini ramai-ramai bermigrasi ke epiji tabung 3 Kg.

Sejumlah pengecer elpiji di Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (11/9), mengakui itu. Nurdin, salah satu pengecer elpiji di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang mengaku sejak harga elpiji 12 Kg naik, penjualannya menurun drastis. “Biasanya dalam sehari elpiji 12 Kg itu, bisa terjual 15-20 tabung. Tetapi sekarang, paling banyak lima tabung saja. Pembelinya, banyak dari usaha rumah makan,” ungkapnya.

Hal itu terang Nurdin, berbanding terbalik dengan penjualan elpiji tabung 3 Kg. Menurutnya, penjualan elpiji 3 Kg semakin laris. Setiap hari ia mengaku, bisa menjual ratusan tabung elpiji harga subsidi tersebut. Padahal sebelumnya, hanya puluhan yang terjual. “Hari ini (kemarin), ada 116 tabung elpiji 3 Kg yang terjual. Padahal sebelum harga elpiji 12 Kg naik, rata-rata hanya terjual 60-70 tabung per hari,” jelasnya.

Nurdin mengaku, banyak masyarakat yang biasanya menggunakan elpiji 12 Kg beralih ke elpiji 3 Kg, begitu juga dengan usaha kecil seperti pecel lele dan nasi goreng. “Mereka sekarang memilih gunakan elpiji 3 Kg, dibandingkan yang 12 Kg,” ungkapnya.

Sementara itu, satu hari pasca kenaikan harga elpiji tabung 12 kg, harga elpiji non subsidi itu dipasaran di Palembang, gila-gilaan. Harga elpiji 12 Kg ini di tingkat pengecer mencapai Rp 130 ribu per tabung nya, padahal sebelumnya Rp 114 ribu pertabung.

Rohin, salah seorang agen elpiji di Kecamatan SU I, Palembang menyebut, ia menjual elpiji 12 Kg ditingkat pengecer saat ini antara Rp 114 ribu sampai Rp 116 ribu. “Modal kami PT Pertamina Rp 112.600 per tabung. Kami boleh menaikkan harga, tapi tidak boleh lebih dari Rp 2 ribu. Itu sudah menjadi ketentuan Pertamina. Kalau ada pengecer menjual harga tinggi, kami tidak tahu. Tetapi ada masyarakat mengadu ke kami, pengecer menjual elpiji 12 Kg sampai Rp 130 ribu per tabung,” kata Rohim.

Menurutnya, walau harga naik namun stok elpiji 12 Kg, tetap aman. Pertamina jelasnya, telah menjamin kelancaran distribusi elpiji kepada agen, sehingga tersalur ke masyarakat dengan baik. “Suplai elpiji di masyarakat, baik untuk elpiji tabung 12 Kg maupun 3 Kg, aman. Setidaknya jaminan itu dikeluarkan oleh PT Pertamina, selama 16 hari kedepan,” ujarnya.

Rohim mengaku, pasokan elpiji 12 Kg dari Pertamina, ia terima setiap seminggu sekali atau seminggu dua kali. Tergantung kebutuhan masyarakat. ” Biasanya sekali kirim, Pertamina mengirim ratusan tabung. Itu bisa habis dalam sepekan, bahkan kurang. Kalau kurang, tinggal koordinasi dengan Pertamina kemudian mereka antar,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster