60 Persen Guru tak Paham Kurikulum 2013

 278 total views,  2 views today

Ilst. Kurikulum

KAYUAGUNG – Kendati sejumlah sekolah  di wilayah OKI telah menerapkan kurikulum baru tahun 2013, baik tingkat SD hingga SMA, terutama bagi sekolah unggulan. Namun tak sedikit para guru masih kurang paham tata cara pengajaran pada kurikulum baru itu.

Jumlah guru yang tidak paham diperkirakan sebanyak 60 persen. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, Drs Iskandar ZA, melalui Kabid SM, M Sabbit, SPd ketika dibincangi belum lama ini.

Sabit juga tak menapik dengan kondisi sekarang masih banyak guru yang belum paham metode pengajaran kurikulum 2013 tersebut. Padahal kata Sabbit kurikulum tersebut jauh lebih efektif dibanding kerikulum sebelumnya.

“Di sini siswa dituntut untuk aktif,” kata Sabbit.

Menurut Sabbit, ketidak pahaman para guru tersebut, ada kemungkinan mereka belum diberikan pelatihan tentang tentang kurikulum itu. Namun bagi mereka guru yang sudah mengikuti pelatihan, hampir sebagian sudah paham.

“Kalaupun sudah pelatihan, namun masih juga belum paham, itu dasar dari otaknya yang tak mudah nangkap,” ujarnya.

Sabbit mengatakan, secara bertahap guru-guru akan diikutkan pelatihan tentang pelaksanaan kurikulum 2013.

“Namun bagi yang sudah, mereka juga memiliki kewaji an untuk membagi ilmunya kepada guru-guru di wilayahnya, sehingga tidak semua guru harus ikut pelatihan ke Jakarta,” terangnya.

Dia mengatakan, untuk sekolah-sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013, di OKI umumnya sekolah unggulan, seperti SMAN 1 Kayuagung, SMAN 2, SMAN 3 SMAN 4 dan lain sebagainya. Untuk tingkat SMP, yakni SMPN 1 Kayuagung, SMPN 2 Kayuagung dan lain sebagainya, sementara SD IT, SDN 1 Muara Baru, SDN 14 Kayuagung dan sejumlah sekolah di wilayah pelosok lainnya.

Sementara dari sekian persoalan guru yang masih belum paham terhadap kurikulum baru itu. Permasalahan lainnya adalah keterlambatan distribusi buku pelajaran kurikulum 2013 yang masih banyak belum diterima oleh pihak sekolah. Salah satunya dialami SMPN 1 Mesuji Raya, dimana menurut kepala sekolah setempat, Siti Romelah, SPd, sampai sekarang pihaknya belum menerima buku pelajaran kurikulum 2013.

“Ya belum dapat bukunya. Sampai sekarang kami masih menunggu,” tandasnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster