Terkait Pemecatan karyawan, RS Pertamedika Dinyatakan Bersalah

 373 total views,  2 views today

Ilustrasi | Energitoday.com

PALEMBANG – Pemecatan yang dilakukan oleh manajemen Rumah Sakit (RS) Peramedika, Plaju, Palembang, terhadap 13 karyawannya berbuntut panjang. Pasalnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang, menyatakan hal tersebut melanggar aturan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Oleh itu, manajemen RS itu diminta untuk memperkerjakan kembali 13 orang karyawannya yang sudah dipecat tersebut. Kepala Disnaker Palembang, Gunawan mengatakan, hari ini (kemarin) pihaknya, sudah memanggil kedua belah pihak yakni manajemen RS Pertamedika dan perwakilan karyawan yang dipecat sepihak tersebut.

Dari data dan dokumen yang diterima, perusahaan dinilai tidak mempunyai dasar dan alasan yang kuat untuk memberhentikan mereka. “Jadi kami berikan opsi agar 13 karyawan yang dipecat yang terdiri dari satu orang karyawan laboratorium, dua orang apoteker dan 10 orang perawat, kembali disuruh bekerja seperti biasa,” terangnya usai melakukan pertemuan, di kantor Disnaker, Rabu (10/9).

Sambung Gunawan, apabila manajemen keberatan atas opsi tersebut. Karyawan yang dipecat itu, dipersilahkan untuk menempu jalur hukum dan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Sebab, alasan pemberhentian itu, tidak sesuai prosedur yang berlaku dan banyak melanggar.

“Ini kan aneh, mereka yang sudah bekerja belasan tahun. Tiba-tiba disuruh ikut tes, dan dinyatakan tidak lulus dan langsung diberhentikan. Ini sudah melanggar. Apalagi status mereka bertahun-tahun masih outsourcing,” tegas Gunawan.

Ditanya, sanksi apa yang pantas diberikan pada RS tersebut, Gunawan menyebutkan, untuk saat ini, pihaknya akan mengambil langkah pembinaan. Tapi, apabila opsi Disnaker tidak dipenuhi oleh manajemen, pihaknya bisa merekomendasikan ataupun melakukan pemeriksaan lanjutan upaya hukum lanjutan.

Katanya, hal tersebut tergantung pihak manajemen RS dan upaya dari pekerja yang dirugikan. “Kalau dari hukumannya bisa dikenakan sanksi kurungan penjara 1-4 tahun atau denda Rp 100 juta- Rp 400 juta, terhadap pelanggaran yang dilakukan,” sebutnya.

Gunawan menegaskan, manajemen RS itu harus sesegera mungkin memberikan kesimpulan. Apakah mau melaksanakan opsi Disnaker atau tetap dengan keputusan mereka memecat 13 orang itu.

Sebutnya, pihaknya sudah membuat surat perintah tugas untuk melakukan pemeriksaan di RS Pertamedika. “Sekarang surat perintah tugasnya sudah kami buat, akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RS Pertamedika Plaju, Dody Alamsyah mengatakan, pihaknya berjanji akan melaporkan masalah tersebut ke pusat. Sehingga dapat diketahui kebijakan apa yang diambil. “Kami tidak bisa kasih kesimpulan, semua manajemen pusat yang mengatur,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster