PT Pusri Salurkan 809.383 ton Pupuk Urea Bersubsidi

 413 total views,  2 views today

Pupuk Bersubsidi – yang baru diturunkan dari Kontainer. di Dermaga Boom Baru, Palembang. Pupuk bersubsidi tersebut akan di kirim ke Kabupaten Seluruh Sumatera Selatan . Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG  РPT Pupuk Sriwidjaja Palembang mengklaim telah menyalurkan pupuk Urea bersubsidi melebihi dari yang target yang ditetapkan tahun ini. Demikian diungkapkan Sulfa Ganie, Manajer Humas PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Menurutnya, sejak Januari hingga September 2014 pihaknya telah menyalurkan 809.383 ton pupuk urea bersubsidi kepada petani ke sembilan provinsi di wilayah kerja perusahaan pupuk yang berkantor pusat di Kota Palembang itu.

“Secara kumulatif realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi per September ini mencapai 102 persen dari target PSO pupuk urea yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian sebanyak 796.860 ton,” katanya.

Menurutnya, sebagai Badan Usaha Milik Negara yang diberi tanggung jawab memenuhi kebutuhan pupuk petani di sembilan provinsi wilayah kerja PT Pusri meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan petani di provinsi tersebut.

Untuk terus memenuhi kebutuhan petani di sembilan provinsi rayon atau wilayah kerja perusahaan pada musim tanam tahap dua (April-September), pihaknya berupaya meningkatkan stok pupuk urea hingga lini tiga atau tingkat kabupaten.

Dia menjelaskan, penambahan stok pupuk urea secara bertahap terus dilakukan karena saat ini empat pabrik dengan total kapasitas produksi mencapai 2,2 juta ton per tahun, beroperasi dengan baik secara normal.

“Semua pabrik PT Pusri di Palembang saat ini tetap beroperasi baik secara normal meskipun kondisinya sudah berusia tua. Satu pabrik yang usianya relatif paling muda adalah pabrik Pusri 1B yang dibangun pada 1994,” ujarnya.

Untuk menjaga eksistensi perusahaan dan mempertahankan kegiatan produksi pupuk urea agar tetap mampu memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), pihaknya berupaya secara bertahap melakukan revitalisasi atau penggantian pabrik.

 

TEKS : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster