Kabut Asap Selimuti Banyuasin, 63 Titik Api Terpantau

 286 total views,  2 views today

Salah Satu Titik Api Kebakaran yang Ada di desa Tirta Harja Keamatan Muara Sugihan, Banyuasin. | Foto : Ghufron Muhammad

BANYUASIN – Sudah tiga pekan terakhir, Kabupaten Banyuasin diselumuti kabut asap. Pantauan Kabar Sumatera, Rabu (10/8), kabut asap tersebut sangat terasa di Pangkalan Balai saat pagi dan sore hari.

Bau yang menyengat dan memerihkan mata, dirasakan pengendara kendaraan yang melintas di sejumlah kawasan di Pangkalan Balai. Jarak pandang pun saat jam-jam tertentu, berkurang.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kabut asap tersebut disebabkan masih adanya warga yang sengaja membakar untuk lahannya. Kepala Britdalkarhut Daops Banyuasin, Wawan Sukawan yang dibincangi di ruang kerjanya, kemarin menyebut sejak 6 September lalu sampai saat ini di Banyuasin sudah terpantau 63 titik api (hotspot).

“Kesemuanya berada di empat kecamatan yakni Sembawa, Rantau Bayur, Pulau Rimau dan Banyuasin III. Terakhir, hotspot terpantau Senin lalu di Desa Tirto Harjo, Kecamtan Muara Padang,” kata Wawan.

Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Banyuasin saat ini disebabkan adanya pembakaran lahan oleh petani, untuk melakukan peremajaan tanaman karet mereka. “Hotspot yang ada di Banyuasin, umumnya disebabkan pembakaran lahan bukan kebakaran lahan. Misalnya di Banyuasin III, tahun lalu ada 108 titik api. Itu yang terbanyak di Banyuasin, karena disana banyak lahan tidur,” terangnya.

Ia berharap masyarakat, tidak membakar untuk lahannya. Apalagi sudah ada surat edaran dari Bupati Banyuasin, yang melarang adanya pembakaran lahan untuk membuka lahan perkebunan atau pun pertanian.

“Kita hanya bisa menghimbau masyarakat, tidak membakar lahan. Kita juga meminta masyarakat, tidak membuang puntung rokok sembarangan dalam kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang karena bisa menyebabkan terjadinya kebakaran lahan,” ujarnya.

Wawan menambahkan, hampir semua wilayah di Banyuasin sangat rawan mengalami kebakaran karena banyak lahan gambut. “Sebab itu kita meminta masyarakat, bekerjasama untuk menjaga lahan kosong di kawasan tempat tinggalnya untuk tidak terbakar,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster