Empat Siswi SMP di Kayuagung Nyaris Diculik

 526 total views,  2 views today

Ketiga orangtua korban, saat mendatangi pihak sekolah atas kejadian penculikan anak mereka. | Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Empat orang siswi SMPN 3 Kayuagung, Kabupaten OKI, nyaris menjadi korban penculikan tiga orang tak dikenal. Mereka adalah Yulia Riski, Mariana, Saudah, dan Rosalina, siswi kelas IX di SMPN 3 Kayuagung.

Peristiwa penculikan itu, terjadi Selasa (9/9) saat mereka pulang sekolah sekitar pukul 13.30 wib, di jalan Letnan Pahlawan Letnan Yusuf Singedekane.

Saat itu, keempat korban belum langsung pulang ke rumah, mereka yangtercatat sebagai temen sekelas ini, memfotokopi buku pelajaran di fotokopi Samsai Jalan Pahlawan Kayuagung tepatnya di samping kantor Harian Umum Ogan Ekspres.

Setelah memfotokopi tugas dari sekolah, keadaan jalan saat itu terlihat sudah sepi, mereka memutuskan untuk pulang, sembari menungu ojek dipinggir jalan.

Lantaran ojek yang ditunggu tak kunjung datang, tiba-tiba mobil Avanza warna Merah Meron, menghampiri keempat siswa itu, untuk menawarkna jasa tumpangan.

“Mau pulang dek, ikut kami aja entar diantar karena ojek tidak ada lagi” kata pelaku menawarkan jasa tumpangan kepada siswi tersebut, yang ditirukan Marwan orang tua dari korban Yulia Riski, saat melaporkan kejadian yang menimpa putrinya di SMPN 3 Kayuagung, Rabu (10/9).

Pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut tidak diam begitu saja, lantaran tawarannya ditolak.

“Justru dua orang pelaku turun dari mobil, dan mengejar keempat siswi itu sampai ke belakangan sekolah, yang sangat sepi. Karena cemas dan takut, anak saya Yulia, terluka di pahanya saat melewati kandang kawat untuk menyelamatkan diri” tambah Warman.

Sementara teman Yulia, Saudah yang sempat dapat, melakukan perlawanan kepada pelaku, dengan menendang bagian kemaluannya, hingga pelaku melepaskan tangannya yang sudah memegang korban, karena kesakitan, dan akhirnya keempatnya selamat. Korbanpun langsung melarikan diri ke arah Lampung.

“Kalau anak aku idak melawan, mungkin sudah jadi korban, ini dio dak sekolah kareno trauma dari kejadian itu,” kata Agusman orang tua Saudah.
Menurut Agusman, akibat melakukan perlawanan pakaian sekolah anaknya sobek-sobek, terutama dibagian roknya.

“Rok anak aku koyak gara-gara dio melawan, tapi sukurlah selamat,” ungkapnya.

Selain Agusman dan Marwan, hal senada juga diungkapkan Martini orang tua dari Mariana.

“Biasonyo kalu ado tugas apo nak maen tempat kawannyo anak aku telpon dulu, tapi mungkin sudah fotokopi memang nak balek ke rumah, nah dak tahunyo nemu balak cak ini” katanya.

Akibat kejadian itu, ketiga siswi tersebut Yulia Riski, Mariana, dan Saudah tidak masuk sekolah karena masih trauma. Sementara Rosalina, masih tetap masuk sekolah seperti biasanya.

Berkaca dari kejadian ini, para orang tua korban meminta pihak sekolah, melakukan pengawasan ketat terhadap semua siswa, agar kejadian ini tidak terulang lagi.

“Kita minta pihak sekolah jangan diam saja, kami minta fasilitasi agar hal ini bisa dilaporkan ke polisi,”kata ketiga orang tua korban.

Kepala SMPN 3 Kayuagung, Dra Woro Kusdarini, melalui Wakasek kesiswaan, M Mukrowin SPd, pihaknya akan melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian.

“Ya kita akan dampingi orang tua korban, untuk melaporkan permasalahan ini ke polisi. Kami juga kedepan akan melakukan pengawasan ketat kepada para siswa kami, agar hal ini tidak terjadi lagi,” janjinya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster