Desa Bermasalah, Bangub dan ADD tidak Dicairkan

 327 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) OKI, tidak akan mencairkan dana Bantuan Gubernur (Bangub) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk desa-desa bermasalah.

Dari 304 desa dan kelurahan di Kabupaten OKI menurut Kepala Bidang (Kabid) Keuangan dan Ekonomi Produksif BPMD Kabupaten OKI, Agus Wijaya, baru 180 desa yang dana Bangub nya dicairkan. Sedangkan untuk ADD, baru 220 desa.

“Kita tidak akan mencairkan dana tersebut, bagi desa-desa bermasalah. Diantaranya, Desa Gajah Mati , Kecamatan Sungai Menang dan Jungkal, Kecamatan Pampangan,” kata Agus yang dibincangi Agus ketika dibincangi, Rabu (10/9).

Saat ini jelas Agus, masih banyak desa yang belum mencairkan bantuan tersebut. Ia menerangkan, untuk Bangub masing-masing desa dan kelurahan menerima Rp100 juta, sedangkan untuk ADD kisaran Rp 70 sampai Rp 80 juta.

Penggunaan Bangub sendiri jelansya, harus sesuai dengan petunjuk yang ada, seperti digunakan untuk ekonomi produktif, pembayaran tunjangan BPD, LPM, P3N, Karang Taruna, Kegiatan PKK, Posyandu. Sementara ADD digunakan untuk pembangunan fisik. “Jadi penggunaannya jangan terbalik nanti,” ujarnya.

Agus menambahkan, kepada desa yang belum mencairkan Bangub maupun ADD agar segara mencairkan dan mengurus berkas persyaratan pencairan. Mengingat masih banyak desa yang belum mencairkan.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, desa-desa yang belum mencairkan bangub dan ADD, tak lain disebabkan karena para kepala desa (kades), tidak bisa menyusun APBDes, yang merupakan syarat utama untuk pencairan dana bantuan pemerintah tersebut. Akibatnya mereka memilih untuk menunda.

 

TEKS          : DONI AFRIANSYAH

EDITOR        : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster