MTQ Internasional, Penginapan Peserta dan Juri Dipisah

 221 total views,  2 views today

Ilustrasi

PALEMBANG – Panitia penyelenggara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional, memastikan lokasi penginapan antara peserta dan juri MTQ dipisah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta lobi-lobian saat MTQ berlangsung.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pelaksana MTQ Internasional, Richard Chahyadi saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (9/9). Menurut Richard, para dewan juri yang bertugas dalam event internasional tersebut mulai hadir pada H-3 gelaran MTQ Internasional, yang berasal dari enam negara.

“Dewan hakim akan datang pada tanggal 20 September yang berasal dari Qatar, Arab Saudi, Brunei, Yordania, Mesir dan Indonesia. Mereka akan menginap di Hotel Arista dan Hotel Novotel. Sementara para peserta sudah disediakan di Hotel Aryaduta,” kata Richard.

Menurutnya, adanya perbedaan tempat menginap antara dewan juri dan peserta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar jalannya perlombaan benar-benar sesuai dengan yang diinginkan, peserta yang menjadi juara benar-benar karena kemampuannya dalam membacakan ayat-ayat suci Al Quran. “Paling tidak, para peserta disediakan satu tempat untuk mereka menginap dan dipisah dari para juri agar tidak adanya unsur lobi-lobian, begitulah istilahnya,” tegasnya.

Ditambahkan Richard, panitia kembali akan melakukan sosialiasi dibeberapa persimpangan jalan yang ada dikota Palembang, seperti halnya sosialisasi pertama beberapa waktu lalu yang membagikan setidaknya sebanyak 2000 stiker. Sosialisasi kedua MTQ Internasional dalam waktu dekat ini akan segera dilakukan tepatnya pada Jumat mendatang, yang tentunya akan ada perbedaan dengan sosialisasi yang pertama.

“Titiknya sama dengan kemarin yang hanya membagikan stiker sebanyak 2 ribu, kali ini akan lebih banyak lagi yaitu sekitar 15 ribu stiker, dengan menurunkan 15 orang penari,” terangnya.

Dikatakannya lagi, telah banyak negara yang menyatakan kesiapan, terutama dalam pengiriman utusannya, yang nantinya akan bertanding dalam perlombaan Qori dan Qoriah tingkat internasional tersebut.

Pihaknya saat ini tengah menanti kepastian negara tetangga Malaysia, yang kabarnya masih menunggu izin dari Kerajaan Diraja Malaysia. “36 negara sudah memberikan kepastian, tinggal menunggu kepastian dari Malaysia. Karena masih menunggu keputusan dari Diraja Malaysia,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster