Lagi, Kejari Kabupaten OKI Janji Tuntaskan Korupsi

 281 total views,  2 views today

Ilustrasi Kejaksaan | Ist

KAYUAGUNG – Lagi,  Kejaksaan Negeri Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berjanji akan segera menuntaskan sebanyak delapan kasus korupsi yang Sudah ditangani sejak tahun 2013 dan akan dituntaskan di tahun 2014.

Tiga  kasus masih dalam penyelidikan, kemudian lima kasus sudah dalam proses penyidikan, sementara satu kasus lagi sudah masuk dalam proses pemberkasan. ” Tiga kasus dugaan tindak pidana korupsi yang kita tangani, satu kasus sudah ditingkatkan ke tingkat penyidikan, sementara  dua kasus lagi masih dalam proses permintaan keterangan,” katanya Kasi Pidasus Kejari Kayuagung Eddowan, Selasa (9/9)

Kemudian lima kasus yang sudah dalam proses penyidikan menurut Eddowan, diantaranya tiga kasus masih dilakukan penghitungan kerugian Negara oleh ahli, sementara dua kasus lagi masih dalamm proses pemeriksaan saksi-saksi.

“Kita yakin untuk lima kasus yang sudah masuk dalam proses penyidikan ini bisa secepatnya bisa tuntas dan dapat segera dilimpahkan ke pengadilan tipikor,” ujarnya.

Beberapa kasus dugaan korupsi yang sudah masuk dalam proses penyidikan, kata Eddowan, yakni kasus penggelapan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Pedamaran dan teluk gelam melalui kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP), Selanjutnya dugaan pungutan tidak sah yang dilakukan oleh Oknum kepala Desa  (kades) Suryakarta terhadap program sertifikat geratis lahan Transmigrasi di Desa Suryakarta tahun anggaran 2011.

Lanjut Eddo, kasus korupsi SPP  PNPM di Kecamatan Pedamaran terindikasi kelompok fiktif  di 14 Desa hingga merugikan negara Rp2.698.887.500, yang melibatkan Ketua UPK Kecamatan yang lama berinisial Erm. Sementara SPP PNPM di dua Desa kecamatan Teluk gelam kerugian Negara ditaksir mencapai Rp 720 juta.

“Saat ini kita masih menunggu hasil audit intern yang dilakukan inspektorat, dan memeriksa saksi-saksi dari beberapa Desa yang bermasalah,” katanya.

Untuk kasus pungutan tidak sah yang dilakukan oknum kepala Desa melalui program sertifikat geratis dari kemenakertrans  di Desa Suryakarta, masih dalam proses pemberkasan.

“Pungli tersebut dilakukan, saat Desa Suryakarta mendapat bantuan sebanyak  216 persil pembuatan sertifikat geratis,  seharusnya tidak dipungut biaya sedikitpun, tetapi oleh oknum kades dipungut Rp  3.200.000 – 4.000.000, kasus ini masih dalam proses pemeriksaan tersangka,” kata Kajari.

Kepala kejaksaan negeri (kajari) Kayuagung, Viva Hari Rustaman menambahkan, bahwa kasus korupsi ini menurut katanya merupakan bentuk keseriusan  dari Kejari untuk mengungkap kasus korupsi di OKI.

“Dari beberapa kasus yang sudah selesai ditangani Kejari Kayuagung pada tahun 2013 lalu,pihaknya berhasil mengembalikan uang Negara Sebesar Rp 1,5 Miliar,  dan sampai Juli 2014 ini Kejarin juga telah mengembalikan uang hasil kejahatan Rp1.941.276.238 yang dirampas dari beberapa kasus korupsi yang sudah ditanganinya, kami tidak tebang pilih dalam mengungkap kasus korupsi, baik OKI maupun OI jika memang ada tindak pidanakorupsi maka kita tetap akan kita usut,” tambahnya.

 

TEKS  : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster