Akibat Kabut Asap, Penderita ISPA Meningkat

 307 total views,  2 views today

Iluistrasi ISPA | Ist

PALEMBANG – Sejak kabut asap melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan beberapa pekan terakhir jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang diambil di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang jumlah penderita ISPA dirumah sakit tersebut mengalami peningkatan hingga 30 persen. Sejak Agustus hingga awal September, jumlah anak-anak yang menderita ISPA sebanyak 50 orang, dan dewasa 78 orang 11 di antaranya, harus menjalani rawat inap.

Pada 2012 lalu, berdasarkan data dari Dinkes Sumsel, terdapat 17.884 penduduk Sumsel terserang penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan asap kebakaran hutan di wilayah Sumsel. Selain itu, penduduk juga rentan menderita iritasi mata. Parahnya, ISPA tahun lalu menyerang anak-anak, yakni ada 6.498 balita di bawah 5 tahun, dan 11.386 di atas 5 tahun.

dokter tumbuh kembang anak Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, dr. Rismarini mengatakan, jumlah penderita ISPA itu memang belum signifikan tapi jelas sudah mulai meningkat. Sebagian besar memang akibat menghirup asap kebakaran lahan gambut yang melanda Kota Palembang beberapa pekan terakhir. “ Bukan tidak mungkin jumlah penderita ISPA ini akan terus bertambah,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Gema Asiani dikutip dari antaranews.com membenarkan bahwa kabut asap itu telah menimbulkan gangguan pernapasan, sehingga ribuan warga kota ini terkena batuk, flu dan sesak nafas.

Guna mengantisipasi dampak kabut asap yang saat ini cenderung semakin pekat, warga diimbau menggunakan penutup hidung dan mulut atau masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Menurut Gema, warga juga diminta untuk tidak membuka pintu dan jendela saat pagi hari seperti yang biasa dilakukan, karena udara saat itu sangat tidak bagus bagi pernapasan. Antisipasi gangguan pernapasan harus dilakukan guna menghindari penyakit ISPA.

Menurutnya, Asap kebakaran hutan tersebut mengandung zat berbahaya yang akan menyebabkan pernapasan menjadi terganggu.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, mencatat ada 84 hotspot di Sumsel yang terjadi di pinggiran sungai, areal perkebunan dan pertanian. Diantaranya, di daerah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

BPBD Sumsel sendiri terus berupaya melakukan pemadaman api, terutama di lahan gambut. Bahkan menggunakan dua helikopter milik BNPB dan satu lagi helikopter yang disewa dari Ukraina untuk melakukan water booming. Namun, upaya itu tidak efektif karena api di lahan gambut susah dipadamkan, apalagi sumber air mulai berkurang akibat kemarau.

Berdasarkan pantauan, kabut asap yang mulai menebal dan menutup udara Kota Palembang pada pagi dan sore membuat jarak pandang terbatas. Sejumlah kendaraan bermotor harus menyalakan lampu untuk menghindarai kecelakaan.

 

TEKS : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster