13 Karyawan RS Pertamedika Plaju Dipecat Tanpa Pesangon

 1,162 total views,  2 views today

Ilustrasi | Energitoday.com

PALEMBANG – Puluhan mantan karyawan, Rumah Sakit (RS) Pertamedika, Plaju, yang terdiri dari perawat, labor dan apoteker, Selasa (9/9) melakukan aksi demo ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang.

Dalam aksinya, karyawan RS Pertamedika itu didampingi oleh konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi). Mereka menuntut agar manajemen RS Pertamedika, kembali mempekerjakan mereka. Karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) itu, dilakukan secara sepihak tanpa ketentuan hukum yang berlaku.  

Koordinator Aksi (Korak), Dicky Cahyadi mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi dan berpegang pada aturan yang berlaku. Ia yajin, jika manajemen RS sudah melakukan pelanggaran perundang-undangan yang berlaku.   “Di RS itu, kerja lebih dari lima tahun masih tetap outsourcing. Pihak RS ini melenceng dari aturan yang ada,” kata Dicky.

Dicky mengaku, jumlah karyawan yang dipecat oleh manajemen RS tersebut ada 13 orang yang terdiri dari, satu pekerja laboratorium, dua pekerja apoteker dan 10 pekerja dari perawat. Mengenai surat pemberhentian baru ada 3, yakni untuk apoteker dan labor.

“Sedangkan 10 orang perawat yang dipecat. Hingga saat ini, belum ada kejelasan dan belum terima surat pemecatan. Namun disuruh tidak bekerja, itu aneh, perusahaan apa itu. Mereka melakukan kesalahan,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja yang dipecat, berinisial DSN mengungkapkan, sangat kecewa dengan manajemen RS Pertamedika yang tidak memberikan penghargaan sama sekali kepada karyawannya.

Sebab, katanya, dari 13 pekerja yang dipecat, rata-rata sudah bekerja lama. Bahkan ada yang sudah bekerja 16 tahun. “Saya saja sudah 12 tahun bekerja, ada yang lebih 15 tahun. Namun status kami ini hanya pekerja outsourcing. Pemecatan sepihak yang dilakukan pihak perusahaan sangat tidak mendasar,” keluhnya.

Katanya, ia bersama 12 orang temannya yang dipecat menuntut keadilan. Karena akunya, mata pencaharian mereka hilang begitu saja akibat pemecatan tersebut. Sebutnya, persoalan diperusahaan itu timbul, semenjak pengelolaan manajemen dialihkan dari Pertamina ke Pertamedika pada September 2012.

Padahal waktu peralihan itu, Pertamedika berjanji tidak ada pengurangan karyawan. Namun, pada Februari 2014 lalu, dilakukan tes ulang bagi karyawan. Setiap karyawan di wajibkan mengikuti empat tahapan tes yakni kemampuan dasar, wawancara, psikotes dan tes kesehatan.

“Dari tes itu, ada 13 orang tidak lulus. Pada tanggal 25 Juni lalu, kami yang tidak lulus tersebut dipanggil kemudian di beri pengarahan dan dinyatakan tidak bekerja lagi atau kontrak tidak di perpanjang di RS terhitung 1 Juni. Dari sini kami keberatan, apa dasarnya. Semudah itu perusahaan memecat kami dengan alasan yang dibuat-buat. Padahal kami sudah bekerja belasan tahun,” ujarnya.

Menurutnya, ia dan teman-temannya tidak takut untuk berurusan dengan hukum, karena mereka yakin ada kejanggalan dan kesewenang-wenangan pihak perusahaan terhadap nasib mereka. “Anehnya lagi, setelah kami di PHK. Perushaan tidak berikan pesangon. Mereka salah besar. Kami akan tuntut,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Syarat Kerja, Disnaker Palembang, Yusna mengatakan, pihaknya terus mendorong agar persoalan itu dapat diselesaikan dengan baik-baik dan damai. Katanya, pihaknya segera memanggil pihak RS, karena belum melaporkan, peralihan pengelolaan yang sebelumnya dari RS Pertamina ke RS Pertamedika. “Kami akan panggil. Agar masalah ini dapat segera beres,”tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pertamedika Plaju, Dody Alamsyah mengatakan, saat ini, pihak manajemen belum bisa mengambil keputusan apapun terkiat tuntutan mantan karyawannya. “Kami segera laporkan ke RS Pertamedika Pusat. Karena masalah tersebut bukan menjadi kewenangan kami. Semua aturan di pusat,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster