Umbi-umbian Bakal Gantikan Beras

 479 total views,  2 views today

beras

Ilustrasi Beras | Ist

PALEMBANG – Pada 2030 mendatang, diprediksi beras sebagai bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia akan tergantikan oleh jenis pangan lain. Sebab seiring dengan pertambahan penduduk, kebutuhan pangan pun akan semakin meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan itu kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman, tidak mungkin hanya bisa ditutupi oleh beras. Saat ini saja jelasnya, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dibutuhkan 59 juta ton beras.

“Untuk memenuhi kebutuhan beras itu, butuh tambahan 11,8 juta hektar sawah baru. Artinya kedepan, tidak mungkin hanya mengandalkan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan, untuk memantapkan ketahanan pangan adalah dengan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pangan pokok beras dan terigu,” kata Mukti yang dibincangi usai peringatan Hari Pangan Sedunia ke-34, Senin (8/9) di Kantor Gubernur Sumsel.

“Kita memiliki sumber daya pangan lokal yang sangat beragam, yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya seperti umbi-umbian, pisang, sukun, dan lain sebagainya yang selama ini dianggap pangan inferior,” terang Mukti.

Menurutnya, dengan sedikit sentuhan teknologi pengolahan pangan, maka hal tersebut akan bisa disajikan dengan citra rasa yang lezat, menarik, memiliki nilai jual serta menjaga kekebalan tubuh dan mengatasi beberapa macam penyakit.

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomo 22 tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumber Daya Pangan Lokal menurut Mukti, merupakan salah satu langkah penting bagi upaya peningkatan diverifikasi pangan yaitu tercapainya pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumsel, Amrozi Minha menambahkan, BKP siap bekerjasama dengan TP PKK Sumsel untuk mempromosikan pangan dari sumber daya lokal yang dimiliki.

“Kita harus mengurangi ketergantungan terhadap beras, termasuk mengurangi makanan yang berbahan baku terigu. Karena terigu merupakan pangan impor, yang akan menguras devisa negara yang sewaktu-waktu bisa saja sulit diperoleh,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster