Oknum Penipuan Anggota Polri Diringkus, Tersangka Lain Dalam Pengejaran Polisi

 339 total views,  2 views today

polisiPALEMBANG – Direktorat reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil meringkus seorang tersangka penipuan atas kasus penerimaan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Tersangka penipuaan yang berinisial Ma (35) ditangkap, Senin (8/9). Kini tersangka dijebloskan kebalik jeruji penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara seorang tersangka lagi yang berinisial Rk (40), masih dalam pengejaran anggota Ditreskrimum Polda Sumsel.

Hingga saat ini tersangka Ma belum bisa dijumpai, atas alasan pemeriksaan. Ia masih diperika penyidik secara intensif terkait dugaan tindak pidana yang ia jalani.

Kepala bidang hubungan masyaraakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova menyebutkan, Ma ditangkap berdasarkan dua laporan di SPKT Mapolda Sumsel, yakni nomor LPB/ 772/IX/2014/SUMSEL dan LPB/ 774/IX/2014/SUMSEL. Ma yang berasal dari warga sipil sudah meraup keuntungan hingga Rp 632 juta dari tindak pidana penipuan yang ia jalani.

“Kita amankan Ma berdasarkan dari laporan masyarakat terkait penipuan penerimaan anggota Polri. Mereka sudah menyetor sejumlah uang, namun tidak kunjung diterima hingga akhirnya membuat laporan,” kata Djarod.

Masih kata Djarod, dalam menjalankan aksinya, Ma seakan-akan bisa membantu masyarakat diterima sebagai anggota Polri. Mulai dari tahapan Brigadir maupun Taruna Akpol, Ma mengaku bisa membuat masyarakat diterima. Syaratnya, masyarakat harus memberikan sejumlah uang untuk bisa diterima menjadi anggota Polri.

Saat ini, lanjut Djarod, penyidik masih mengambil keterangan terhadap Ma. Diduga kuat, Ma lebih dari satu kali melakukan aksi penipuan ini. Djarod juga menghimbau kepada masyarakat untuk membuat laporan jika merasa pernah menjadi korban penipuan dari Ma.

“Kita juga menghimbau bahwa tidak ada biaya untuk masuk menjadi anggota Polri. Jangan percaya dengan janji oknum yang bisa membantu memasukkan menjadi anggota Polri, baik Brigadir maupun Akpol,” kata Djarod.

Sementara itu, salah satu orang tua yang anaknya menjadi korban penipuan ini mengatakan ada dua pelaku yang mengatakan bisa membantu diterima sebagai aggota Polri. Selain Ma, ada juga Rk.

Ketika Kabar Sumatera coba menghubungi keduanya untuk mengetahui kejelasan penerimaan anggota Polri, Ma, dan Rk sudah tidak bisa dihubungi.

“Selain anak saya, setahu saya, banyak korban yang lain,” ujar korban yang enggan menyebutkan namanya.

 

TEKS   : OSCAR RYZAL

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster