Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Pemukiman

 338 total views,  2 views today

ebakaran lahan di sebuah lahan kosong tepatnya di belakang Hotel Tripika, Kelurahan Inderalaya, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI) | Dok KS

ebakaran lahan di sebuah lahan kosong tepatnya di belakang Hotel Tripika, Kelurahan Inderalaya, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI) | Dok KS

INDERALAYA – Kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Ilir (OI), tampaknya masih terus terjadi. Kali ini, kebakaran lahan di sebuah lahan kosong tepatnya di belakang Hotel Tripika, Kelurahan Inderalaya, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir (OI), nyaris meluluhlantakan pemukiman warga, Senin (8/9), sekitar pukul 10.00  WIB.

Warga yang mengetahui adanya api sempat panik. Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran (PBK), Pemkab Ogan Ilir dibantu warga sekitar dan berhasil menjinakan api tersebut.

Informasi yang dihimpun, saat itu, api yang belum diketahui asal muasalnya terlihat menyala di lahan kosong eks Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tepatnya di belakang Hotel Trifika.

Namun, kuatnya hembusan angin membuat api cepat membesar hingga melewati pagar pemukiman penduduk. Warga yang mengetahui adanya api panik dan berteriak.

Teriakan salah satu warga mengundang warga sekitar. Berbekal air seadanya, warga berusaha memadamkan api agar api tidak merembet ke pemukiman warga.

Selang kemudian, satu unit mobil PBK datang ke lokasi dan berusaha memadamkan api dibantu warga sekitar. Beruntung, api akhirnya dapat dipadamkan yang nyaris meluluhlantakan pemukiman warga.

Khairi, warga sekitar mengaku tidak mengetahui asal api tersebut. Menurutnya, api sudah membesar melahap lahan dan nyaris merembet ke pemukiman warga.

“Wah, saya tidak tahu asal api Mas. Tiba-tiba membesar, dan kami bersama  warga bahu-membahu memadamkan api dan menghubungi PBK. Alhamdulillah cepat datang dan api bisa dipadamkan,” ungkapnya.

Sementara itu,   Kepala UPTD PBK Pemkab OI, Aidil Siregar mengatakan, api yang membakar lahan kosong sudah sempat merembet dan melintasi pagar yang tidak jauh dari pemukiman warga.

“Ya, saat datang, api membesar dan melewati pagar. Api membakar pohon pisang yang tidak jauh dari rumah warga. Api dapat dijinakan satu jam kemudian. Kita imbau kepada warga untuk tidak membakar lahan, karena bisa membahayakan warga,” imbuhnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster