Bantah Ada Proyek Dibalik Water Boombing, BPBD Klaim Hotspot Menurun

 232 total views,  2 views today

Helikopter saat Melakukan Pengisian Air Untuk Memadamkan Api di Jalintim | Foto : Dok KS

Helikopter saat Melakukan Pengisian Air Untuk Memadamkan Api di Jalintim | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan, terjadi penurunan titik api (hotspot) di Sumsel sejak dilakukannya water boombing sepekan terakhir.

Dari pantauan satelit Aqua, Fire Information of Resource Management System (FIRMS) dan University of Maryland USA (NASA) sejak 1-7 September, telah ada penurunan dari 201 titik hotspot menjadi 21 titik hotspot.

“Sekarang hanya terpantau 21 titik hotspot, dari yang sebelumnya mencapai 201 titik. Water boombing yang kita lakukan kemarin, bisa menekan hotspot yang terjadi beberapa pekan terkahir ini,” kata Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto saat dibincangi di ruang kerjanya, Senin (8/9).

Dijelaskan Yulizar, berdasarkan tabel data hotspot harian BPBD Sumsel, dengan 17 kabupaten/kota, pada 1 September tercatat 201 titik, 2 September satu titik, 3 September 72 titik, 4 September 11 titik, 5 September 36 titik, 6 September sau titik, 7 September 21 titik.

“Sudah jauh menurun dari pantauan satelit. Kalau dilapangan, biasanya siang banyak terjadi pembakaran lahan. Untuk saat ini, sedang ramai juga ditemukan titik hotspot dari Bengkulu Jambi. Jadi mungkin asap dari sana juga yang saat ini. Untuk di Sumsel water bombing akan terus dilakukan, untuk pemadaman. Karena dari darat tidak terjangkau. Selang dari kendaraan pemadam cuma sampai 200 meter,” terangnya.

Ditambahkan Yulizar, selama sepekan terakhir water boombing dilakukan di lahan gambut di Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Muba, Mura, OKU, OKUS, dan daerah lain, sebanyak 507 titik pengeboman ,yang memadamkan sekaligus membasahi lahan-lahan yang kering.

“Posisi suhu Sumsel saat ini mencapai 34 derajat celcius. Jadi, walaupun belum ada kebakaran yang terjadi pihaknya tetap mengoperasikan waterboombing supaya menekan titik-titik api yang ditakutkan akan membakar lahan disekitarannya itu. Kegiatan penanggulangan ini, bisa dibilang berhasil dalam menstabilkan asap dan secara minimal lah bisa menekan hotspot tersebut,” ungkapnya.

Bagaimana dengan tudingan Walhi Sumsel yang menyebut, ada proyek dibalik water boombing tersebut ? Yulizar membantahnya. Ia memastikan water boombing sepenuhnya bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

“Kita dari BPBD Sumsel sepenuhnya sebagai fasilitator, yang membantu kemudahan dari pusat. Kalau soal adanya proyek dibalik itu, kami tidak tahu dan saya kira tidak mungkin,” tukasnya.

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster