Ada Mafia Tanah di BPN ?

 314 total views,  2 views today

bpn

PALEMBANG – Badan Pertanahan Negara (BPN) Sumsel, Senin (8/9), digeruduk puluhan massa yang menamakan dirinya Forum Masyarakat Untuk Keadilan. Disana mereka menuding, ada mafia tanah di BPN.

Tudingan itu disebabkan, banyak tumpang tindih kepemilihan lahan yang terjadi di Sumsel. Tak jarang masyarakat yang memiliki sertifikat hak milik atas lahan miliknya, harus tergusur. Kondisi ini menurut mereka, salah satunya terjadi pada keluarga Pohan harus meninggalkan rumah dan tanah miliknya.

Asri, koordinator lapangan (korlap) menyebut itu semua karena adanya ulah mafia tanah. Karenanya ia meminta, BPN memberantas mafia tanah yang berkeliaran. “Tangkap dan adili mafia tanah,” teriaknya.

BPN Sumsel pun diminta melakuan klarifikasi putusan MA, yang memerintahkan juru sita PN Klas 1A Palembang untuk melakukan eksekusi lahan seluas 8,5 hektar (Ha) di Lorong Famili 4, RT 5/ 06, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang.

Menanggapi ini, Kepala Bidang (Kabid) SPP BPN Sumsel, Agus Wahyudi membantah adanya mafia tanah di BPN. Menurutnya, eksekusi yang dilakukan juru sita PN Klas 1A Palembang beberapa waktu lalu, berawal dari sengketa lahan antara H Herida Gempita dengan Indra Baginda Pohan yang kemudian dimenangkan Herida Gempita.

“Namun kami akan mengumpulkan data, dan mengumpulkan kedua belah fihak yang bersengketa untuk menyelesaikan persoaan ini,” tukasnya.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster