Untuk Biaya Pengurusan NIP, Honorer K2 Diminta Rp 1 Juta-2 Juta

 696 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Kabar tak sedap kembali berhembus di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ili (OKI). Kali ini Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) OKI, diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada 215 tenaga honorer katagori III (K2), yang lulus dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lalu.

Pungutan tidak sah ini, dilakukan dengan jumlah yang bervariasi yakni antara Rp 1 juta – Rp 2 juta, bahkan ada juga yang dipinta lebih dari itu. Pungli ini dilakukan dengan dalih, untuk mengurus Nomor Induk Kepegawaian (NIP) di Badan Kepegawaian Negara(BKN) Regional VII, yang berada di Jakabaring, Palembang.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat ini masih ada beberapa CPNS OKI dari K2 yang NIP nya belum keluar. Dari 673 CPNS Honorer K2 yang dinyatakan lulus, ada 215 orang diantaranya yang dinyatakan lulus dipungut biaya oleh oknum di BKD.

Sebelumnya para tenaga honorer ini, dikumpulkan di wilayah Teluk Gelam untuk menyampaikan adanya biaya tersebut untuk mengurus NIP agar cepat keluar. Kemudian, ratusan honorer itu, diminta menyerahkan uang antara Rp 1 juta –Rp 2 juta. Untuk yang dari daerah jauh, bahkan ada yang dipungut sampai Rp 5 juta, uang tersebut diserahkan di salah satu rumah di Kelurahan Tanjung Rancing, Kayuagung.

Dugaan pungutan oleh oknum BKD OKI ini awalnya tertutup rapat, namun akhirnya tercium media lantaran pengakuan salah seorang tenaga honorer K2, yang juga diajukan untuk diangkat menjadi CPNS.

Namun saat wartawan mengkonfirmasi ke Kepala BKD OKI, Imam Sahuri, yang bersangkutan membantah adanya pungutan tersebut. “Siapa yang memungut uang itu, kalau untuk masalah NIP, memang ada yang sebagian keluar dan sebagian lagi masih proses di BKN. Masih proses bukan berarti tidak keluar, soalnya mereka memproses setiap daerah di Indonesia, bukan hanya OKI saja,” kilahnya.

Mengenai proses pengangkatan honorer K2 sendiri, Imam memastikan kesemua honorer yang diajukan bisa diangkat menjadi CPNS. “Dari 673 orang yang lulus, dua orang telah mengundurkan diri, jadi hanya 671 yang kita ajukan ke pusat. Mudah-mudahan tahun ini, mereka bisa kita lantik,” terang Imam seraya mengatakan, BKD berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pengangkatan honorer K2 ini secepatnya.

Sementara itu, salah satu honorer K2 di Kabupaten OKI yang meminta namanya tidak dituliskan, mengaku baru-baru ini ratusan honorer yang dinyatakan lulus seleksi dikumpulkan di Gedung Diklat BKD OKI di Teluk Gelam. Mereka diminta menyetorkan uang untuk pengurusan NIP di BKN. “Ya, saya sendiri nyetor Rp 1 juta. Katanya untuk proses pengurusan NIP,” ujar sumber ini.

Dikatakannya, setelah dikumpulkan dan mendengar pengarahan dari pihak BKD, para honorer ini kemudian diminta untuk membayar uang setoran tersebut di salah satu rumah di Kelurahan Tanjung Rancing. “Sebenarnya berat sih, cuma katanya untuk pengurusan NIP, jadi kami tetap berusaha biar NIP cepat keluar dan dilantik,” terangnya sembari mewanti-wanti agar namanya tidak dituliskan.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster