Setahun Dibangun, Jalan Desa Tanjung Kupang Baru Sudah Rusak Kembali

9 total views, 6 views today

Kondisi Jalan Tanjung Kupang Baru Setelah Dibangun,

Kondisi Jalan Tanjung Kupang Baru Setelah Dibangun,

EMPAT LAWANG – Baru sekitar setahun dibangun, jalan kabupaten di Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, sudah rusak parah. Beberapa titik aspal mengelupas, sehingga menyulitkan pengendara melintasinya.

Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (7/9), kerusakan badan jalan terjadi dari mulai Dusun Talang Padang hingga ke Dusun Lawang Agung, atau sekitar 1,5 Kilometer (Km). Beberapa titik terlihat, aspal di badan jalan sudah mengelupas cukup parah seperti di Dusun Sungai Jambu hingga ke Dusun Lawang Agung.

Pada titik itu, nyaris tidak terlihat lagi aspalnya. Yang ada, hanya tumpukan batu koral di badan jalan. Sisa badan jalan selebar lebih kurang tiga meter tersebut, terlihat hancur. Sumber koran ini menyebutkan, kerusakan badan jalan desa itu terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Jika tidak diupayakan perbaikan, pada musim penghujan mendatang akan semakin parah dan berpotensi tak bisa dilintasi kendaraan.

“Baru setahun dibangun, sebelum Pemilukada 2013 lalu. Tapi ini sudah rusak parah, kami harap Pemkab Empat Lawang bisa meninjau dan mengupayakan perbaikan,” pinta Epi (32), salah satu warga Desa Tanjung Kupang Baru yang dibincangi, kemarin.

Kata dia, sejak awal warga sudah mengeluhkan kualitas pembangunan jalan tersebut. Pasalnya, kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut terkesan tak serius menanggapi saran dari warga.

Misalnya, lebar badan jalan, diperkirakan kurang dari tiga meter, selain itu posisi tepi badan jalan kurang presisi dengan tanah penahan. “Cepatnya jalan ini rusak, juga dikarenakan tidak ada pembatasan tonase bagi kendaraan yang melintas. Sehingga kendaraan tonase berat seperti truk angkutan kayu dan pengangkut kelapa sawit, hampir setiap hari melintas,” terangnya.

Sementara itu Pjs Kades Tanjung Kupang Baru, Bastari mengakui, kondisi jalan di desanya rusak parah. Pihaknya pun sudah beberapa kali menyampaikan kerusakan itu ke pemborong yang mengerjakannya. Sebab, diperkirakan proyek masih dalam masa perawatan. “Setahu saya ini masih masa perawatan, sudah kewajiban pemborongnya untuk merehab kerusakan,” kata kades yang mengaku baru sebulan menjabat ini.

Dia berharap, warga turut merawat dan menjaga setiap pembangunan yang ada. Contoh saja muatan truk, harus sesuai ketentuan agar tidak merusak fasilitas umum. “Kita juga akan laporkan masalah ini ke Pemkab Empat Lawang,” imbuh Bastari.

Terpisah Kepala Dinas PU Bina Marga Empat Lawang, H Fauzi melalui Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Hamsapari ketika dikonfirmasi, belum bisa memberikan keterangan banyak.
Menurutnya, permasalahan itu nanti akan dikonfirmasinya terlebih dahulu ke PPTK. “Saya tidak bisa komentar dulu, nanti dicek dulu ke PPTK nya,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI
EDITOR : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com