PKL Dilarang Berdagang di BKB

 269 total views,  2 views today

bkb

PALEMBANG – Semakin maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di lokasi objek wisata, Benteng Kuto Besak (BKB), membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Palembang, akan mengambil tindakan tegas dengan melarang PKL berjualan, karena dianggap mengotori dan memberikan kesan kumuh dikawasan tersebut.

Kepala Sat Pol PP Palembang, Tatang DK Direja mengatakan, selama ini PKL yang berjualan di lokasi kebanggaan warga Palembang itu, tidak ada izin resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Sebutnya, PKL itu menjajakan dagangannya diam-diam dan memanfaatkan kelengahan petugas yang ada. “Penertiban itu dilakukan, agar BKB tidak salah peruntukkan. Tapi, bukan berarti kami tidak memberikan solusi bagi PKL tersebut,” kata Tatang, kemarin.

Tatang menyebutkan, BKB yang merupakan salah satu tujuan wisata di metropolis, memang menjadi daya tarik sendiri bagi PKL, yang ingin mencari keuntungan. Karena, banyak wisata yang datang ke Palembang mau ke BKB sekaligus dapat melihat pesona Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang.

“Yang kita ketahui, dulu BKB pernah jadi tempat pedagang pisang. Sulit sekali ditertibkan dan sekarang mulai banyak lagi pedagang. Kalau tidak ditertibkan segera, mungkin nanti semakin banyak dan masyarakat bisa tidak nyaman,” ujarnya.

Tatang mengaku, PKL yang biasa mangkal di BKB biasanya menjajakan berbagai jenis makanan dan berbagai jenis permainan, seperti mie tek-tek, bakso, kemplang dan mainan anak-anak, sekuter, becak-becakan dan lainnya.

Katanya, dengan ramainya pengunjung di BKB tersebut, pasti mampu mendulang rupiah bagi para PKL. Oleh karena itu, Pemkot Palembang melakukan pertemuan dengan instansi terkait termasuk para perwakilan pedagang.

“Sebelum ditertibkan, kami sudah melakukan pertemuan. Pemkot Palembang tidak pernah mengizinkan mereka berjualan disana. Saat ini sedang dirancang tempat pindah PKL tersebut. Namun saya belum tahu dimana tempatnya,”ujarnya.

Tatang berharap, para PKL yang ditertibkan, dapat lebih bersabar, karena sebutnya, Pemkot sedang mencari tempat yang tepat bagi mereka. “Dalam hal ini bukan hanya Sat Pol PP. Dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, Dinas Tata Kota, dinas Kebersihan juga sedang me ncari solusinya. Jadi kami minta pengertian para PKL,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster