“Pasar Penyumbang Sampah Terbanyak”

 227 total views,  3 views today

Ilustrasi Pasar 7 Ulu, Palembang. | Foto ; Iwan Cheristian

Ilustrasi Pasar 7 Ulu, Palembang. | Foto ; Iwan Cheristian

PALEMBANG – Kepala Bidang (Kabid) Tempat Pembungan Akhir (TPA) Sukawinatan, Saparudin mengatakan pasar tradisional, merupakan penghasil sampah terbanyak dari tempat-tempat penghasil sampah lainnya di Palembang.

Menurut Saparudin, produksi sampah di Kota Palembang saat ini mencapai 800 ton perhari, sementara sampah yang berhasil diangkut ke TPA Sukawinatan hanya 500-600 ton saja. Sisa 200 ton itu, harus menunggu hari berikutnya. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah.

“Sekitar 30 persen dari jumlah produksi sampah, dihasilkan oleh pasar tradisional. Kemudian disusul oleh restoran atau rumah makan, hotel, dan rumah tangga,” kata Saparudin saat dihubungi, Minggu (7/9).

Menurut Saparudin, karena sampah terbanyak dihasilkan dari pasar tradisional, seharusnya PD Pasar Palembang Jaya, sebagai penglola pasar tradisional di metropolis harus memiliki armada pengangkut sampah sendiri, jangan lagi mengandalkan dari DKK.

“Kalau mau hitung-hitungan biaya, pemasukan PD Pasar dari 33 pasar tradisional di Palembang cukup besar. Misalnya dari biaya retribusi, kebersihan dan keamanan pasar. Dari berbagai jenis retribusi itu, tidak ada pemasukan keuangan bagi DKK Palembang. Seharusnya PD Pasar miliki armada sendiri, tidak lagi bergantung pada DKK untuk mengatasi sampah pasar,” ujarnya.

Saparudin menilai, jumlah produksi sampah 800 ton itu, seharusnya diimbangi dengan jumlah armada pengangkut sampah. Karena sampai saat ini, armada pengangkut sampah milik DKK hanya ada 96 unit.

“Jumlah armada 96 unit itu tidak ideal, dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Apalagi, truck pengangkut sampah itu, tidak semuanya dalam kondisi yang baik. Yah, untuk idealnya 160 armada,” ujarnya.

Saparudin menambahkan, walaupun jumlah sampah cukup tinggi yang di angkut ke TPA Sukawinatan setiap harinya. Sebutnya, umur TPA itu, diperkirakan masih bisa bertahan hingga 15 tahun lagi.

“Luas lahan TPA Sukawinatan 25 hektar. Dari luas lahan tersebut, di lengkapi kolam retensi yang berfungsi menampung limbah. Khusus untuk lokasi pembuangan sampah ada 15-20 hektar. Di lokasi TPA ini, kami juga melakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik, untuk dimanfaatkan,”ulasnya

Sementara itu, sebelumnya Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Ces Busri menyebut, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada perusahaan-perusahaan di Palembang untuk meminta bantuan truck sampah. Tapi, hingga sekarang belum juga terwujud.

“Pasar menyumbangkan 25 persen sampah dari total sampah yang ada di Palembang, selama ini, yang mengngkut sampah dari pasar adalah DKK Palembang. Seharusnya pasar punya truck sampah sendiri. Sehingga persoalan sampah di pasar tidak menjadi masalah lagi,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster