Novaldo Alqudsi : Bukan Karena Saya Adik Ipar Hatta

 831 total views,  2 views today

partai-pan

PALEMBANG – Novaldo Alqudsi, diusulkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menggantikan Mardiansyah, sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Sumsel terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Musi Banyuasin (Muba).

Sebagai informasi, Mardiansyah sendiri dipecat oleh DPP PAN dari keanggotaan dengan alasan tidak loyal dan maksimal kepada partai sehingga menyebabkan pasangan Prabowo-Hatta kalah di Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu di Kabupaten Muba.

Sebagai penggantinya, DPW PAN Sumsel mengusulkan nama Yudi F Bram ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel. Namun surat itu, kemudian dianulir. Partai berlambang matahari tersebut tersebut kemudian mengusulkan nama Novaldo Alqudsi melalui surat DPW PAN Sumsel Nomor /06/B/K-S/047/VIII/2014 tertanggal 26 Agustus 2014.

Namun seperti sebelumnya, masuknya nama Aldo Alqudsi untuk menggantikan Mardiansyah sebagai caleg terpilih DPRD Sumsel, dinilai tidak sesuai prosedur. Pengangkatan Aldo pun dinilai karena ada unsur kolusi, sebab Aldo tak lain adik iparnya Ketua Umum PAN, Hatta Radjasa.

Tetapi itu dibantah oleh Aldo, ketika dihubungi Kabar Sumatera, Minggu (7/9). Ia menyebut, penunjukannya sebagai anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 tersebut bukan karena ia adik ipar Hatta Radjasa.

Menurutnya, penunjukannya sebagai anggota dewan itu sudah sesuai prosedur dan sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). “Ya, saya memang adiknya Okke Hatta Radjasa. Tetapi bukan itu alasan saya  menjadi anggota dewan. Bukan pula seolah-olah saya menggeser Yudi F Bram. Ada alasan yuridis yang  menjadi dasar,” kata Aldo.

Kata Novaldo, ia tidak tahu soal pergantian dari Yudi ke dirinya. Yang ia tahu tiba-tiba mendapat telepon, untuk menerima amanah tersebut. Alasan pergantian, karena dapil Yudi di Pileg lalu jauh dari dapil Muba.

“Kalau dilihat dari Dapil DPR RI, ya benar pada satu dapil, yakni dapil I. Tapi itu salah. Dapil untuk DPRD Sumsel yang terdekat, adalah Dapil Muara Enim, Prabumulih, PALI. Secara geografis lebih dekat PALI daripada Palembang ke Muba. Daerah yang berbatasan langsung ada PALI, Muradan Banyuasin. Nah, Palembang tidak langsung,”  terang Aldo.

Kenapa penunjukkan tersebut berasal dari dapil Banyuasin atau Mura dan Lubuklinggau yang terdekat dengan Muba. Aldo menyebut, itu karena di dapil Banyuasin sudah ada caleg terpilih dan suara sisa tidak ada lagi.

Begitu juga untuk dapil Mura dan Lubuklinggau, sehingga yang terdekat dan masih ada sisa suaranya adalah dapil Muaraenim, PALI, dan Prabumulih, yang merupakan dapil tempat ia mencalonkan diri saat Pileg 2014 lalu.

Aldo juga membantah kalau pada pileg lalu, ia hanya diam dan tidak bergerak. Pengusaha office equipment ini memastikan, ia sudah bergerak dan bersosialisasi. Terbukti, saat pileg ia meraih suara tertinggi dari PAN.

“Kalau saya tidak bergerak mana mungkin dapat suara terbanyak. Saya juga  melakukan gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi), untuk memperjuangkan suara saya yang hilang, meski ditolak. Mau bukti lain?  PALI, sebagai kabupaten baru, disana kami meraih suara nomor tiga terbanyak dibawah PDI Perjuangan dan Partai Demokrat,”  bebernya.

Dengan suara tersebut kata Novaldo, PAN akan mendapat posisi sebagai wakil pimpinan di DPRD  PALI. “Saya sebagai Ketua DPD PAN Pali telah bergerak. Itu buktinya. Kalau tidak bergerak mana mungkin akan meraih suara seperti itu,” tegasnya.

Aldo juga nengajak semua pihak, untuk menerima keputusan ini dengan legowo. Mengingat semua prosedur sudah dilakukan dengan benar. Untuk itu Novaldo mengajak semua kader, simpatisan bersama-sama membangun Sumsel.

 

TEKS         : DICKY WAHYUDI

EDITOR        : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster