Jumlah Hotel Bakal Menjamur di Palembang

20 total views, 3 views today

Salah satu hotel baru yang berdiri Hotel Horison. Foto ; Bagus Kurniawan

Salah satu hotel baru yang berdiri Hotel Horison. Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Sektor perhotelan, nampaknya akan terus menjadi primadona di Sumsel. Buktinya, walau sudah ada beberapa hotel baru berdiri seperti Hotel Horison di Plaza Sudirman, Cinde dan Hotel Amaris di Jalan Demang Lebar Daun, namun kedepannya bakal banyak lagi hotel yang akan berdiri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Farhat Syukri menyebut, pada 2015 mendatang akan ada 17 hotel berbintang di Sumsel yang akan beroperasi. “Kami mencatat, ada perencanaan sebanyak 17 hotel yang tumbuh di Sumsel. Ini hotel berbintang, baik bintang satu sampai lima,” kata Farhat yang dibincagi, kemarin.

Dari belasan target hotel yang akan dibangun tadi lanjutnya, otomatis persediaan kamar pun semakin banyak. Disbudpar menargetkan, ada dua ribu kamar labih dari target 17 hotel itu. Jumlah kamar yang disediakan itu, disesuaikan dengan target dari Pemprov Sumsel yang berencana akan menyediakan 12.000 kamar hingga 2019 mendatang.

“Diprediksi lima tahun kedepan, Sumsel akan berlangganan menggelar event-event nasional maupun internasional. Karena itu untuk memenuhi target 2019, yang mengharuskan ada sebanyak 12.000 kamar, maka secara bertahap ada beberapa perencanaan hotel yang masuk ke Sumsel,” terang Farhat.

Hotel-hotel yang bakal berdiri di Sumsel sebut Farhat, diantaranya hotel bintang lima yakni Grand Imara Celentang (150 kamar). Kemudian hotel bintang empat yang terdiri Horison Ultima (180 kamar), Aryaduta Premier (120 kamar) dan Zuri Premier (200 kamar).

Untuk bintang tiga ada King Hotel, Santika, Le Man, The 101, Whiz, The Batiqa. Kemudian dilanjutkan hotel bintang dua yang terdiri dari Amaris Rivai, Amaris Pakjo, ICON, OPI, Netizen, Swarna Dwipa Resident, dan Fave. “Ada beberapa hotel diatas yang sudah mulai beroperasi dan yang lainnya masih dalam rencana kedepan,” ujar Farhat.

Pihaknya akan terus mengupayakan dalam percepatan pembangunan hotel tersebut, karenanya membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel.

Pemrov jelas Farhat, akan terus mengundang investor dari berbagai dunia dan menanamkan bisnis perhotelan di Sumsel. Karena itu juga Disbudpar, berharap agar selalu ada event-event besar di Sumsel sehingga akan membuat banyak wisatawan dan investor asing tertarik datang ke Sumsel.

“Kami juga sudah mengantongi rencana perizinan untuk 12 hotel berbintang, selama kurun waktu 2016-2019 nanti. Nah inilah upaya yang kami lakukan agar ketersediaan kama bisa mencukupi target wisatawan yang ada,” ungkap dia.

Pada kurun waktu itu, akan ada lima hotel bintang lima yakni Sangri-la Hotel (200 kamar), Pullman Hotel (300 kamar), The Sultan Hotel (250 kamar), Grand Sahid (160 kamar), dan Grand Clarion Hotel & Convention (300 kamar). Lalu ada hotel bintang empat yakni Haris dengan kapasitas 150 kamar, serta Ibis Hotel yang merupakan hotel bintang tiga dengan kapasitas 120 kamar.

Sementara itu, Ketua PHRI Sumsel, Herlan Asfudin membenarkan hal tersebut mengenai akan bertambahnya jumlah kamar dan hotel di Sumsel terkhusus Palembang. Ia mengutarakan, pihaknya memang selalu berkoordinasi dengan Disbudpar Sumsel dalam perencanaan pertumbuhan hotel dan restoran yang ada di Sumsel. Apalagi melihat saat ini tingkat kebutuhan hotel cukup tinggi mengingat adanya berbagai kegiatan tingkat internasional di Sumsel.

“Saat ini sudah ada sebanyak 7.000 kamar, 3400 kamar dari 43 hotel berbintang dan 3.600 dari 95 hotel non bintang. Dan targetnya sampai 2019 ada 12.000 kamar yang disediakan,” terangnya.

PHRI yakin dan optimis, hotel di Sumsel akan tumbuh dengan cepat. Hal itu karena memang program Pemprov Sumsel yang menarik wisatawan mancanegara dengan berbagai kegiatan internasional. “Saat ini kan lebih didominasi kamar dari hotel non bintang. Tapi tahun depan kami optimis, akan lebih banyak kamar dari hotel berbintang, dibanding hotel non bintang,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com