Ekosistem di Sungai Enim Rusak Akibat Akitivas Penambangan Batu Kali

60 total views, 10 views today

Ilustrasi Batu Kali | Dok KS

Ilustrasi Batu Kali | Dok KS

MUARAENIM – Ekosistem di Sungai Enim, kini diduga sudah mengalami kerusakan. Setidaknya itu ditunjukkan dengan warga yang tinggal didaerah pinggiran sungai tersebut, yang kian sulit mendapatkan tangkapan ikan.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, kerusakan ekosistem di Sungai Enim tersebut dikarenakan maraknya aktivitas penambangan batu kali di sungai tersebut. Selain itu, penangkapan ikan menggunakan setrum yang juga marak, membuat banyak bibit-bibit ikan yang punah.

Sejumlah warga yang dibincangi Kabar Sumatera, Minggu (7/9), mengaku hasil tangkapan ikan mereka tidak seperti lima tahun sebelumnya. Kini warga hanya mendapatkan ikan sangat sedikit, bahkan tak jarang pulang harus gigit jari tanpa membawa hasil setelah berjam-jam berada di sungai.

Menurut penuturan warga, sejak lima tahun terakhir ini warga tidak lagi menikmati panen ikan melimpah di Sungai Enim, seperti dulu. “Dulu, kita bisa banyak mendapatkan ikan dari Sungai Enim. Namun sudah lima tahun terakhir, sangat sulit untuk dapatkan tangkapan ikan,” kata Dinata (40), salah seorang warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim ketika dibincangi, kemarin.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Misalnya, banyak warga kini menangkap ikan menggunakan setrum. Selain itu disebabkan juga kerusakan yang terjadi di Sungai Enim, akibat penambangan batu kali.

Menurutnya, berbagai jenis ikan sebelumnya banyak berada di Sungai Enim. Misalnya ikan lemutih, ikan hali, ikan kepiat, dan ikan lempam. Namun saat ini ikan-ikan tersebut, sangat sulit didapat lagi. Warga meminta kepada pemerintah untuk membantu dengan cara menebar benih ikan di sungai tersebut.

“Kalau tidak ditebar benih ikan, bisa-bisa ikan di Sungai Enim ini habis. Waktu warga mengikuti lomba jala yang diadakan kantor camat kemarin saja, hasilnya cuma sedikit. Banyak warga yang gigit jari, karena sama sekali ikan tidak nyangkut di jala mereka,”terangnya.

Senada diungkapkan Nasrun (50), warga lainnya,. Ia mengaku, merupakan penduduk asli Desa Tanjung Agung, dan selama ini sering mencari ikan di Sungai Enim. “Biasanya warga disini, memanfaatkan hasil tangkapan ikan dari Sungai Enim untuk keperluan sehari-hari. Saat ini memang sulit, mendapatkan ikan di Sungai Enim,” jelasnya.

Ia menyebut banyak ikan di Sungai Enim, yang saat ini sudah mulai punah. Berbagai jenis ikan asli di sungai tersebut, tidak lagi didapatkan warga. Itu terangnya disebabkan kerusakan ekosistem di Sungai Enim akibat aktivitas penambangan batu kali.

“Batu-batu di Sungai Enim tersebut, selama ini menjadi tempat bagi ikan berkembangbiak dan berlindung. Namun banyaknya aktivitas penambangan batu kali di Sungai Enim, membuat ekosistemnya rusak sehingga wajar jika sekarang sulit mendapatkan ikan di Sungai Enim,” tukasnya.

 

TEKS            : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com