BPN Pagaralam Programkan 1000 Sertifikat Gratis

 293 total views,  2 views today

 

Ilusrasi

Ilusrasi

PAGARALAM KSTahun 2014, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pagaralam, progaramkan pembuatan 1.000 sertifikat gratis melalui program nasional (Prona) bagi warga dl ima Kecamatan se-Kota Pagaralam.

 

Hal itu dikemukakan Kepala BPN setempat, Drs Zulfikar Zainul MH, didampingi Kasubsi Pemberian Hak Atas Tanah Andi Susi, Ahad (7/9).   Kata Zulfikar, untuk pembuatan sertifikat Prona akan dilayani secara gratis atau tidak di pungut biaya. Sementara jika ada oknum pegawai yang melakukan pemungutan biaya, pihaknya akan menindak tegas dan dapat diancam pidana.    “Meski begitu, kami siap melayani masyarakat dalam mengurus pembuatan sertifikat secara gratis.

Namun, BPN Kota Pagaralam hingga saat ini kerap mengalami kendala dalam merapkan semua itu akibat masih minimnya minat masyarakat untuk mengusulkan pembuatan sertifikat secara gratis tersebut,” kata Zulfikar.

Padahal katanya, semua pengurusan di BPN gratis. Tetapi tidak tahu mengapa masih banyak masyarakat kurang berminat untuk membuatnya. Kemungkinan hal itu dipengarui oleh adanya oknum yang melakukan pungutan di luar kepengurusan surat-menyurat sebagai syarat untuk kelengkapan pembuatan sertifikat Prona.

“Kendati demikian, Program Prona ini dilakukan pembangian secara merata diseluruh kecamatan. Jumlahnya pun cukup banyak mencapai 1.000 lembar sertifikat. Tetapi hal itu tergantung kepada pengajuan dari masyarakat itu sendiri,” katanya.   Ia mengatakan, untuk tahun ini (2014-red) pihaknya mengakjukan 500 sertifikat tapi justru diberia jatah 1.000 sertifikat prona. Jatah kali ini cukup banyak, sehingga tidak dilakukan pembagian berdasarkan kecamatan.

Karena hal tergantung permintaan masyarakat yang mengajukan.Adapun persyaratan dimaksud, yakni kepemilikan tanah itu harus jelas dengan didukung keterangan dari pemerintahan tingkat kelurahan kalau di Pagaralam, atau kepala desa di tingkat kabupaten.   “Lalu syarat lain harus dilapirkan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), bukti lunas pajak dan surat keterangan kepemilikan tanah yang akan diusulkan,” ujarnya.

Saat ini sambungnya, untuk harga tanah dibawah Rp 60 juta adalah gratis atau tidak dikenakan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 0,5 persen. Prona sifatnya gratis tidak dipungut bayaran, kecuali yang bersifat administasi lainnya seperti ongkos pengkuran dan diperuntukan bagi warga ekonomi lemah.

“Sejauh ini sudah cukup banyak warga Pagaralam mendapat bantuan melalui program Prona. Tahun 2010 lalu sebanyak 1.100 sertifikat. Kemudian ditahun 2011 dan 2012 sebanyak 200 sertifikat,” sebutnya seraya berujar secara keseluruhan mulai dari tahun 2006 hingga 2011 jumlah sertifikat yang sudah dikeluarkan BPN mencapai 4.100 lembar melalui Prona.

Adapun secara rinci lahan di Kota Pagaralan sudah bersertifikat, yakni tahun 2006 sebanyak 400 lembar, 2007 sebanyak 900 lembar, 1.000 lembar 2008. Sedangkan 2009 sebanyak 500 lembar dan 2010 sekitar 1.100 lembar dan tahun 2011 sekitar 200 sertifikat.   Selanjutnya tahun 2012 sekitar 4.000 sertifikat, untuk 2013 sebanyak 2.000 lembar  dan sisa 2013 kembali di bagikan 200 lembar sertifikat pada 2014 ini.

“Data keseluruhan sejauh ini masih perlu dilakukan pendataan ulang, meninggat pendataan pembuatan sertifikat tanah sudah dilakukan secara online. Jadi data harus selalu diperbaharui,” tegasnya.

Sambung Andi Susi, kalau untuk 2015 pihaknya masih  menunggu pengajuan dari lurah, dan tidak ada pembatasannya. Sementara kesadaran masyarakat untuk membuat sertifkat tanah masih rendah hinggi kini baru sekitar 21 pesersen atau 168.000 bidang tanah yang sudah terdaftar dan dikeluarkan sertifikat dari BPN.

Itu artinya, masih cukup lahan atau bidang tanah masyarakat belum didaftarkan untuk disertfikatkan. “Hingga saat ini upaya kami  sudah cukup maksimal dalam membantu dan mendorong masyarakat agar bersedia mensertifikatkan lahanya.

Sementara tingkat sosialisasi kepada masyarakat baik yang berkaitan dengan program nasional dan termasuk kemudahan dalam membuat sertifikat terus digencarkan.   Pemerintah pusat sudah mengangarkan untuk pembuatan sertifikat gratis melalui Prona tahun 2012 sebanyak  4000 sertifikat, 200 tahun 2013 yang dibagikan 2014 ini. Menurutnya, pembuatan sertifikat juga membantu pendapatan asli daerah (PAD), karena harus lunas pajak  bumi dan  bangunan (PBB) dan lainnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster