Polda Sumsel Tetapkan Tersangka Tipikor Samsat Palembang

 208 total views,  2 views today

Ilustrasi samsat-corner | Ist

Ilustrasi samsat-corner | Ist

PALEMBANG – Setelah melakukan penyelidikan mendalam, akhirnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), menetapkan seorang tersangka berinisil IR, atas dugaan tipikor Samsat Palembang.

Namun sayangnya Kasubdit III, Unit Tipikor Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi  (AKBP) Imran Amir saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut dari instansi mana IR.

Dikatakan Imran Amir hingga saat ini Tipikor Polda Sumsel baru menentukan satu tersangka terkait tindak pidana korupsi Samsat Palembang, namun guna keperluan penyidikan belum bisa di ekspos dari instansi mana IR bekerja.

“Satu tersangka berinisial IR, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka, setelah beberapa waktu lalu kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi, dan selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Imran.

Dijelaskan Imran penetapan tersangka berdasarkan beberapa bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik Tipikor Polda Sumsel, pada dasarnya penyidik bisa menentukan tersangka kalau ditemukan dua alat bukti.

“Penetapan tersangka kita lakukan setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap bukti yakni pemeriksaan dokumen, keterangan saksi-saksi, keterangan saksi ahli, serta barang bukti yang berhasil kita kumpulkan,” kata Imran.

Sementara itu saat disinggung mengenai adanya tersangka lain, Imran belum bisa memastikan dirinya hanya mengatakan jika kasus masih tetap berlanjut.

“Kasus tetap kita lanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan dokumen, untuk penentuan tersangka lanjutan kita masih menunggu fakta persidangan dari tersangka, karena dari situ dapat mejadi bukti untuk penentuan tersangka baru,” ujar Imran.

Seperti diketahui jika dugaan penyelewengan dana setoran pajak di tubuh Samsat Palembang tahun 2012 hingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp64 Miliar pertama kali diketahui oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan audit di Samsat Palembang.

Setelah menemukan indikasi tersebut pihak BKP menyerahkan kasus tersebut kepada Tipikor Polda Sumsel untuk menindaklanjutinya, sejauh ini Tipikor Polda Sumsel sudah melakukan pengumpulan dokumen dan segera akan melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi terkait.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster