Perpres Tol Palembang-Indralaya Belum Jelas

 222 total views,  2 views today

Ilst. Tol Indralaya - Palembang

Ilst. Tol Indralaya – Palembang | Antaranews.com

PALEMBANG – Sebelum mengakhiri masa jabatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan akan menandatangani  Peraturan Presiden (Perpres) Tol Trans Sumatera, pada tanggal 9 September mendatang.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) rencananya, sepekan setelahnya Pepres itu ditandatangani atau tanggal 14 September, digelar peletakkan batu pertama pembangunan dua ruas tol Trans Sumatera, yakni Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya.

Namun kabar peletakkan batu  pertama (ground breaking) ini, belum jelas. Kepala  Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel, Rizal Abdullah mengaku, belum menerima laporan untuk melakukan persiapan kendati dalam pemberitaan menunjukkan pelaksanaan sudah dekat.

“Kita belum dapat informasi resmi dari pihak manapun. Baik Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan atau PT Hutama Karya, hingga Bappenas. Kalau bulan ini rasanya sulit, karena persiapan peletakkan batu pertama tidak bisa dilakukan dalam sepekan. Menyiapkan alat berat itu butuh waktu, sedangkan belum ada informasi apa-apa,” kata Rizal yang dibincangi, Jumat (4/9).

Ia menjelaskan, Pemprov Sumsel telah menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan ruas jalan tol Palembang-Indralaya. Namun kenyataannya tak menjadikan persiapan peletakkan batu pertama, dapat dilakukan dalam waktu singkat. Karena hal itu membutuhkan persiapan yang matang termasuk kesiapan peralatan dan personil.

“Tak bisa secepatnya itu lah. Kan harus bawa alat berat, personel dan lain-lain. PT Hutama Karya yang ditunjuk sebagai operator pun belum berkoordinasi mengenai hal ini. Dari pihak kita tentu mau serius mempersiapkan pembangunan jalan tol Palembang-Indralaya. Bukan seperti ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Asisten II bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri mengutarakan, pemerintah telah menyetujui ruas Palembang-Indralaya sejauh 22 km dengan investasi Rp 1 triliun dan Medan-Binjai 16,8 km dengan nilai Rp 2 triliun, menyusul sudah ada lahan yang dapat dibebaskan di ruas tol tersebut.

Sementara ruas tol lainnya, Pekanbaru-Dumai 135 km senilai Rp 14,7 triliun, Bakauheni-Terbanggi Besar 150 km dengan investasi Rp 13,8 triliun harus ditunda terlebih dulu karena terbentuk pembebasan lahan yang lebih susah. “Pemerintah pusat menyetujui Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya. Kalau yang lain belum,” ungkap Ruslan.

Kelanjutan jalan tol Sumatera hingga saat ini masih dibahas. Pemerintah telah membentuk tim yang melibatkan Kementerian PU, Bappenas, Kementerian Keuangan, BUMN serta Seskab untuk merumuskan Perpres, termasuk skema pembiayaannya agar proyek infrastruktur jalan ini segera terwujud.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster