Pemkab OI Merugi Rp10 M, Tahun Depan Retribusi Tower Ditarik

 223 total views,  2 views today

Ilustrasi BTS | Dok KS

Ilustrasi BTS | Dok KS

INDERALAYA – Belum adanya payung hukum terkait masalah retribusi tower yang sudah berdiri tegak di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI), membuat Pemkab OI merugi.

Dinas Perhubungan (Dishub) OI memperkirakan, kerugian mencapai Rp500 juta per tahun. Artinya, sejak berdiri diperkirakan Pemkab mengalami kerugian Rp10 miliar.

Saat ini tercatat, ada sekitar 100 tower dari beberapa provider telekomunikasi berada di wilayah Ogan Ilir.

Kepala Dinas (Kadishub) Ogan Ilir,  H Mustarsyah mengatakan, pihaknya rugi apalagi hampir 10 tahun tidak dipungut retribusi untuk tower, padahal bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ogan Ilir.

“Karena payung hukumnya belum ada. Itu bisa menyalahi kalau dipungut.  Di samping itu bagian Kominfo-kan baru di Dishub. Kita sudah buatkan perdanya tahun ini, rencananya mulai pemungutan retribusi pada 2015,” ujarnya, kemarin.

Dikatakannya juga, belum adanya pemungutan retribusi tersebut lantaran belum ada payung hukumnya. “Sebenarnya kendala tidak ada, cuma kita kan untuk menghubungi pengguna dan pemilik tower seluler banyak di Jakarta,” paparnya.

“Kita tengah mencari asosiasinya, lebih dari 100 tower-lah, kalau setahun bisa Rp500 juta jika perdanya ada, kita tidak beranilah mungut kalau belum ada aturan,” sambungnya.

Pihaknyapun tahun 2015 akan memberikan surat tagihan retribusi ke pihak seluler masing-masing. “Untuk saat ini kita sifatnya kooperatif tanpa sanksi. Bisa membayarnya ke rekening pemda, ya tujuan akhirnya guna peningkatakan PAD yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Inforkom Dishub OI,  Andi Marbayu mengatakan saat ini rata-rata izin tower izin 5-10 tahun. “Rata-rata per tower seperti di Muara Enim retribusinya Rp8juta per tahun, itu tower single seluler, apalagi tower bersama yang digunakan 3 operator seperti Telkomsel, Indosat, XL. Jelas kita akan terapkan juga di OI. Karena rasanya sangat rugilah selama ini tower berdiri kok tidak ada retribusi pajaknya,” ungkapnya.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster