Orgil Masih Berkeliaran di Jalintim

 240 total views,  2 views today

Ilustrasi Orgil (Orang Gila) | Dok KS

Ilustrasi Orgil (Orang Gila) | Dok KS

INDERALAYA – Penertiban orang gila (orgil) yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Ilir (OI)  tampaknya belum maksimal. Pasalnya, orang gila masih terlihat di Jalan Raya Lintas Timur (Jalintim) tepatnya di KM 34.

Orgil tersebut terlihat menyusuri pinggiran jalan raya Lintas Timur, dengan pakaian compang camping, kumal, rambut panjang, brewokan, dan membawa tas yang disandang ke bahu.

Ardi (30), warga Indralaya mengatakan, keberadaan Orgil mengganggu pemandangan kota yang saat ini mulai tertata dengan baik. Menurutnya, meski tidak menggangggu, namun kerap membahayakan pengguna jalan.

“Kota kita kan sudah bersih, jangan sampai keberadaan Orgil di pinggir jalan mengganggu pemandangan. Orgil itu juga suka nyebrang jalan seenaknya. Pernah saya lihat hampir tertabrak mobil,” ungkapnya, kemarin.

Hal senada diungkapkan  Amin (23), mahasiswa Universtias Sriwijaya (UNSRI), Inderalaya. Menurutnya, keberadaan Orgil tersebut walaupun tidak mengganggu orang tetapi mengganggu pemandangan kota dan membahayakan pengguna jalan, karena Orgil menyeberang sembarangan.

“Orgil tersebut walaupun tidak mengganggu tetap saja merusak pemandangan kota dan juga membahayakan penggunajalan, karena tiba-tiba sering menyemberang jalan raya. Kami harapkan Orgil ini dapat ditertibkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos), Ernawati mengaku, orgil tersebut adalah kiriman dari luar daerah.

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah melakukan penertiban, kalau ada lagi orgil yang berkeliaran di Kota Inderalaya ini, itu kiriman dari luar Ogan Ilir,” ujarnya.

Jika memang benar adanya, lanjutnya orgil masih berkeliaran, pihaknya akan melakukan pendataan dan akan bekerjasama dengan pihak Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk melakukan penertiban lagi.
“Kami akan melakukan pendataan apakah memang benar orang gila atau gepeng (pengemis red), setelah dilakukan pendataan kami akan berkoordinasi dengan pihak Pol PP untuk bekerjasama menertibkan orang gila tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial,  Eriyadi menambahkan, pihaknya sulit menertibkan orgil karena di Kabupaten Ogan Ilir ini belum mempunyai tempat rehabilitasi.

“Agak sulit untuk menertibkan orang gila karena di Kabupaten Ogan Ilir ini, kita belum mempunyai ahlinya untuk menangani orgil dan tidak adanya tempat rehabilitasi untuk menampung orgil tersebut,” tukasnya.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster