JK Tepis Ada Jual Beli Darah di PMI

 279 total views,  2 views today

Jusuf Kalla , Ketua Umum PMI

Jusuf Kalla , Ketua Umum PMI

PALEMBANG – Bukan lagi menjadi rahasia umum, ada praktik jual beli darah kerap ditemukan di sejumlah Palang Merah Indonesia (PMI) di kabupaten/kota di Indonesia termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel).

Namun Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK), membantahnya. Dibincangi usai pelantikan pengurus PMI Sumsel di Griya Agung, Palembang, Kamis (4/9), JK   menjamin tidak ada lagi praktik percaloan untuk mendapatkan darah di PMI.  “Saya kira tidak ada lagi. Kecuali dulu. Itu pun bukan calo, tapi donor pengganti,” kata JK.

Kendati demikian, Wakil Presiden (Wapres) terpilih ini siap melakukan perbaikan disegala bidang, serta meminta semua jajaran pengurus PMI untuk tidak main-main dengan darah. “Nanti kita perbaiki. Saya kira tidaklah (calo). Kalau kurang darah, sekarang kan operasionalnya sudah berjalan bagus,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, JK pun merespon keluhan stok darah yang berbanding terbalik dengan kebutuhannya. JK menjamin, untuk mendukung aktivitas PMI memenuhi kebutuhan darah, pihaknya tengah mengusulkan penambahan armada mobil donor disejumlah daerah.

Menurutnya, pengalaman berharga yang dialami warga Aceh akibat hantaman tsunami, serta gempa di Yogyakarta jangan sampai terulang kembali. “Saat ini, tersedia 120 unit mobil donor se-Indonesia, kami usahakan untuk terus menambah mobil donor. Kalau sekarang,  ukurannya tiga juta per satu unit. Nantinya, satu unit mobil donor melayani  dua juta penduduk,” ujarnya.

Ia menerangkan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan tanpa ada campur tangan dunia politik. “Setiap hari, kami berhubungan dengan orang yang antara hidup dan mati. Setiap hari pula kami mengajak orang yang sehat mendonorkan darahnya untuk membantu bagi yang sakit,” katanya.

Menurutnya, masyarakat kebanyakan tidak menyadari arti pentingnya kesehatan. JK menilai, masyarakat baru mengerti arti pentingnya kesehatan kalau sudah merasakan sakit. Untuk itu, PMI harus mampu bekerja secara ikhlas, guna membantu orang-orang yang memerlukan bantuan. Karena semakin maju suatu bangsa, akan sangat banyak membutuhkan pendonor.

“Kita baru mengetahui arti kesehatan kalau sudah merasakan sakit. Itulah pekerjaan PMI setiap hari, melayani orang-orang yang memerlukan. Dari masyarakat untuk masyarakat, ikhlas. Makin maju suatu bangsa, makin banyak dibutuhkan pendonor darah. Karena, makin banyak kendaraan bermotor, semakin kecelakaan. Maka semakin banyak juga yang membutuhkan darah,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengaku jika PMI Sumsel saat ini membutuhkan tambahan mobil donor darah. Sehingga, kegiatan donor darah dapat lebih dimaksimalkan dalam memenuhi kebutuhan akan darah.

“Untuk donor darah sendiri, Sumsel memiliki 3 unit mobil donor, yang merupakan bantuan dari PMI Pusat. Setidaknya, untuk mengakomodir, kita membutuhkan 14 unit mobil donor lagi,”  tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster