Jalintim “Dikepung” Api, Dua Helikopter Lakukan Water Bombing

 268 total views,  2 views today

Helikopter saat Melakukan Pengisian Air Untuk Memadamkan Api di Jalintim | Foto : Dok KS

Helikopter saat Melakukan Pengisian Air Untuk Memadamkan Api di Jalintim | Foto : Dok KS

INDRALAYA – Sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) yang menghubungkan Palembang-Indralaya, Kamis (4/9) “dikepung” api. Hal itu disebabkan ratusan hektar lahan gambut yang berada disisi kanan dan kiri badan jalan, terbakar.

Pantauan Kabar Sumatera, di Kilometer (Km) 18 tepatnya di perbatasan Desa Pelabuhan Dalam-Desa Muara Dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), ada ratusan hektar lahan gambut yang terbakar.

Lahan gambut itu, terbakar sejak dua hari yang lalu. Akibatnya, kabut asap hampir menutupi jalintim sehingga mengakibatkan pengendara kendaraan yang melintas, terganggu karena jarak pandang berkurang.

Sekitar pukul 13.00 WIB, dua helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, melakukan water bombing untuk memadamkan api agar tidak meluas. Helikopter pembawa bom air ini, akan beroperasi selama satu bulan kedepan untuk terus mematau titik api dan memadamkan api di OI.

“Sebelumnya ada 16 titik api yang terpantau di OI, namun sekarang sudah menyusut menjadi enam titik api. Penyusutan itu, karena adanya water bombing dari udara yang dilakukan dua unit helikopter,” kata  Kepala Pelaksana BPPD OI, Syakroni ketika dibincangi, kemarin.

Ia menyebut,  informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kenten, Palembang, kebakaran lahan disepanjang jalur Palembang-Indralaya akan berpotensi terus terjadi sampai akhir November mendatang.

Hal itu disebabkan, musim kemarau baru akan berakhir antara Oktober dan November. Setelah itu, Sumsel akan memasuki masa peralihan musim dari musim kemarau ke musim penghujan.  “Karenanya kami menghimbau masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lahan-lahan kering guna menanggulangi dampak kebakaran semakin meluas,” himbaunnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto menyebut saat ini di Sumsel, sudah terpantau 84 titik api (hotspot) yang tersebar di tiga kabupaten di Sumsel yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), OI dan Musi Banyuasin (Muba).

“Kabut asap mulai banyak, itu karena masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Sudah ada 84 hotspot yang terpantau, untuk memadamkannya kita akan melakukan water bombing, “ kata Yulizar yang dibincangi di Griya Agung, Palembang,  kemarin.

 

TEKS            : JUNAEDI ABDILLAH/IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster