Enam Bulan DAD tak Cair

 278 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

BANYUASIN – Sudah enam bulan terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin tidak mencairkan Dana Alokasi Desa (DAD) bagi desa-desa di Bumi Sedulung Setudung tersebut. Akibatnya, kepala desa (kades) dan perangkat desa lainnya, harus gigit jari karena gaji mereka pun tertunggak.

Hasanal Masri, Kades Sriwijaya, Kecamatan Rantau Bayur yang dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (4/9), membenarkan sudah enam bulan DAD tak cair sehingga roda pemerintahan di desa sedikit terhambat

Ia menyebut, akibat belum cairnya DAD itu, ia bersama perangkat-perangkat desa belum menerima gaji selama enam bulan pula. Sehingga hutangnya, sudah menumpuk dimana-mana.

“Memang sudah enam bulan ini, kita belum terima gaji. Sehingga untuk menjalankan roda pemerintahan, saya terpaksa kadang-kadang harus cari pinjaman, karena roda pemerintahan mau tidak mau harus tetap berjalan, ” ucapnya

Menurut Hasanal, ia sudah coba menghubungi Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Kabupaten Banyuasin, untuk menanyakan hal tersebut. Jawabannya, DAD memang belum dicairkan karena ada permasalahan dalam laporan pertangggungjawaban kades dalam penggunaan DAD sebelumnya.

Ia menerangkan, memang sesuai aturan setiap kades di wajibkan untuk membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan DAD. Laporan pertanggungjawaban tersebu, untuk penggunaan DAD triwulan pertama.

“Tetapi laporannya sudah lama saya serahkan, termasuk kades lainnya di Bannyuasin.  Namun nyatanya hingga triwulan ketiga, DAD belum juga cair,” bebernya seraya menjelaskan DAD untuk triwulan pertama yakni Januari-Maret sudah dicairkan namun untuk triwulan kedia dan ketiga belum dicairkan.

“Ini baru pertamakali DAD tidak cair, sehingga gaji kades dan perangkat desa harus tertunggak. Di era kepemimpinan Amiruddin Inoed sebagai Bupati Banyuasin, ini tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Ia menerangkan, jika DAD itu tidak juga cair sampai akhir September nanti, maka kades di Banyuasin sepakat akan melakukan aksi massa untuk mempertanyakan kenapa DAD tidak cair-cair juga.

Kepala BPD Kabupaten Banyuasin, Amir Pauzi sampai berita ini diturunkan, belum bisa dimintai keterangan. Saat ditemui di kantornya, salah seorang stafnya menyebut Amir sedang dinas luar. Sementara nomor handphone (HP) nya yang dihubungi, tidak aktif.  Begitu juga ketika persoalan tersebut, hendak dikonfirmasi ke Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Desa, Bahori. Ponsel nya pun tak aktif.

Wakil Ketua DPRD Banyuasin, H Askolani saat dihubungi, mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. Ia berjanji akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP) terkait, untuk mempertanyakan persoalan tersebut.  “DAD itu, menyangkut kepentingan desa. Jangan sampai karena DAD tidak cair, roda pemerintahan menjadi terhambat. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Banyuasin lainnya, H. Arkoni MD. Menurutnya, DAD tersebut, sudah dianggarkan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak dibayarkan, terlebih untuk triwulan pertama sudah dibayarkan. “Secepatnya kita panggil dinas terkaitnya,” tukasnya.

 

TEKS         : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster