Bentrok Dua Desa di Kabupaten OKI Dimediasi

 350 total views,  2 views today

Ilustrasi Mediasi | Dok KS

Ilustrasi Mediasi | Dok KS

KAYUAGUNG – Kasus bentrokan dua desa antara Desa Muktisari, Kecamatan Lempuing Jaya dengan Desa Tugu Jaya, Kecamatan Lempuing, yang terjadi Selasa (2/9) malam lalu. Kini telah dimediasi oleh pihak Polres OKI. Beruntung dari bentrok tersebut tidak ada korban jiwa.

Camat Lempuing, Imam Tohari SE, dikonfirmasi terkait permasalahan ini, mengatakan, motif terjadinya bentrokan tersebut masih simpang siur.” Kita juga tidak tahu pasti apa pemicu terjadinya bentrok itu, kalau informasinya masalah utang piutang siapa yang ada utang, kalau masalah perampokan siapa yang dirampok. Nah ketika ditanyai tidak ada yang mau ngaku” kata Imam Tohari, Kamis (4/9), seraya mengatakan kalau permasalahan ini sudah ditangani pihak Polres OKI

Sementara  pihak kepolisian,  memastikan tidak ada bentrokan antara warga desa Mukti Sari (Bambu Kuning,red) dengan Warga Desa Tugu Jaya Kecamatan Lempuing  paska adanya warga Desa Tugu Jaya yang babak belur dipukuli oleh Warga Desa Tugu Jaya, Selasa malam lau (2/9).

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIK didampingi Kapolsek Lempuing Iptu Apromico saat dikonfimasi, mengatakan, tidak ada bentrokan  antara kedua warga tersebut, meskipun sebelumnya ada sekolompok warga dari desa Mukti Sari yang mendatangi Desa Tugu Jaya.

“Tidak ada bentrokan, tidak ada yang menjadi korban jiwa maupun barang yang dirusak, kehadiran para warga dari Desa Bambu Kuning ini meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku yang telah memukuli Ahim (27) warga Desa Mukti Sari.” ujarnya.

Dia berkata, memang pada Selasa sore lalu sempat terjadi keributan antara warga Desa Tugu Jaya dan Mukti Sari sehingga pada malam harinya datang sekelompok warga Desa Mukti Sari, namun latar belakang keributan tersebut saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dengan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan kepada sejumlah warga untuk mengetahui apa yang menjadi latar belakang peristiwa tersebut. Namun sekali lagi kami tegaskan tidak ada bentrokan, sebab waktu warga datang kami ada di lokasi.” katanya.

Pihak kepolisian juga telah melakukan mediasi awal melalui kepala desa masing-masing, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak sampai terjadi.

“Sejak kemarin sudah kita lakukan mediasi, dan akan ada pertemuan lanjutan.  namun demikian untuk proses hukum tentu saja tetap kita lanjutkan, namun demikian yang paling penting adalah jangan sampai warga yang tidak mengetahui persoalan justru terpancing oleh provokasi orang yang tidak bertanggung jawab.” tegasnya.

Lanjutnya, saat ini situasi di dua desa tersebut sangat kondusif, warga melaksanakan aktivitas seperti biasanya dan tidak ada warga yang mengungsi dari kejadian tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Tugu Jaya, Mulyadi membenarkan bahwa pihaknya sebagai pemerintah desa setempat akan melakukan mediasi dengan warga desa Mukti Sari, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal lain yang tidak diinginkan, apalagi sebelumnya sempat ada upaya melakukan “balas dendam” oleh warga Mukti Sari karena ada salah seorang warganya yang babak belur dimassa.

“Kita diundang untuk melakukan mediasi oleh pemerintah kecamatan dan unsure tripika bersama dengan toko-tokoh masyarakat.” jelas Mul.

Katanya, hingga saat ini masih ada beberapa orang warganya yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian sebagai saksi, mengingat warga-warga tersebut kebetulan bertempat tinggal disekitar lokasi kejadian.

“Itu Massa, saya tidak ingat  persis jumlahnya namun yang terpenting adalah kita berupaya agar permasalahan ini dapat secepatnya diselesaikan.” ujarnya.

Menurut Kades, dirinya juga tidak mengatahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama terjadinya keributan sehingga ada warga desa Mukti Sari yang dipukuli massa.

“Kalau untuk lebih jelasnya apa yang menjadi pemicunya silahkan tanyakan saja dengan pihak kepolisian, saya juga tidak begitu paham.” katanya.

Masih kata Mul, pihaknya sudah mengajukan kepada pihak kepolisian agar warga tersebut sudah diperbolehkan pulang, mengingat saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

“Saya tadi (kemarin,red) saya kepolres untuk menemui warga yang dimintai keterangan, kami berupaya semaksimal mungkin persoalan ini dapat secepatnya diselesaikan,” tandasnya.

Sementara itu pantauan  di Mapolres OKI, kemarin ada sekitar puluhan orang warga Desa Tugu Jaya masih terlihat dimintai keterangan, namun tidak ada satupun dari petugas kepolisian yang bersedia memberikan keterangan.

Di mana ratusan warga Desa Mukti Sari (Bambu Kuning,red) Kecamatan Lempuing Jaya OKI, mendatangi Desa Tugu JayaKecamatan Lempuing Jaya untuk menuntut balas lantaran salah seorang warganya babak belur dihajar warga setempat, Selasa malam (2/9).Beruntung tidak ada korban jiwa dalam “aksi balas dendam” tersebut, lantaran pihak kepolisian baik dari jajaran polsek maupun polres OKIsudah bersiaga sehingga aksi ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa, meskipun warga sempat mengobrak-abrik salah satu rumah makan di Desa Tugu Jaya.

Hingga saat ini penyebab penyerangan warga ini masih simpang siur, ada warga yang menyatakan bahwa korban warga Desa Mukti Sari  babak belur dihajar warga Desa Tugu Jaya lantaran hendak melakukan perampokan sepeda motor sehingga diteriaki maling oleh warga setempat. Sementara itu cerita lainnya menyebutkan keributan ini dilatarbelakangi hutang piutang.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster