RS Minim Miliki Incinerator

 1,354 total views,  2 views today

RS-Minim-Miliki-Incinerator

Foto : Google Image

PALEMBANG – Walaupun setiap Rumah Sakit (RS), diwajibkan memiliki incinerator atau sarana untuk menghancurkan limbah medis namun masih banyak RS di Palembang, yang belum memiliki incinerator.

“Tidak semua RS di Palembang ,miliki incinerator. Baru sekitar 50 persen yang punya alat itu. Karena harganya mahal, mencapai ratusan juta,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang, Thabrani ketika dibincangi, Selasa (2/9).

Di Palembang terang Thabrani,  ada 30 RS yang berdiri. Dari 30 RS itu, baru beberapa RS saja yang memiliki incinerator diantaranya RS Siloam, RSMH, RS Bunda, RS Bari, RS Charitas, RS AK Gani, dan lainnya.

Sementara RS yang belum memiliki alat tersebut, kerjasama dengan RS yang sudah punya untuk pengelolaan limbahnya.”Limbah dari RS, yang tidak punya incenerator itu dibawah ke RS yang punya alat tersebut. Pada dasarnya semua RS sudah melakukan ketentuan, yakni pemusnahan limbah. Hanya saja, masih minim miliki incenerator,” jelasnya.

Menurut Thabrani, bukan hanya RS yang diwajibkan memiliki incenerator. Puskemas skala besar, juga diwajibkan memiliki alat tersebut. “Puskemas di Palembang yang sudah miliki incenerator adalah, Puskemas Merdeka, Kolonel Atmo dan Plaju. Yang pasti semua tempat yang berkaitan dengan kesehatan, sudah melakukan pemusnahan limbah medisnya,” bebernya.

Lebih jauh Thabrani menejelaskan, limbah untuk RS dibagi menjadi tiga, pertama limbah medis, limbah cair, dan limbah padat.  “Semua rumah sakit sudah penuhi itu semua. Hanya incenerator yang kurang. Tapi, kami terus memberikan himbauan agar RS di Palembang segera miliki alat itu, sehingga tidak perlu dimusnakan di tempat lain, karena kerjasama dalam pemusnahan itu, juga memerlukan biaya, lebih baik beli saja alat itu,” ucapnya.

Thabrani menambahkan, limbah medis wajib dimusnakan, karena mengandung unsur bahan berbahaya atau beracun (B3) yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat.  “Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup dan Kepmenkes Nomor 1024/Menkes/SK/X/2004 tentang Kesehatan Lingkungan, RS diwajibkan memiliki incinerator untuk memusnakan seluruh limbah medis yang dihasilkan,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster