Ada Deal Politik antara Hatta dengan Jokowi

 362 total views,  2 views today

ieu31u23

Foto : Google Image

PALEMBANG – Dalam politik, tidak ada teman maupun musuh abadi yang ada adalah kepentingan abadi. Kata-kata bijak ini mungkin, yang tepat menggambarkan adanya Hatta Radjasa dalam rapat tertutup antara Presiden RI terpilih, Joko Widodo (Jokowi) dengan Deputi Tim Transisi, Hasto Kristianto di rumah ketum NasDem, Surya Paloh, Senin (1/9) malam.

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Adrian Saptawan menilai, pertemuan itu merupakan hal biasa dalam budaya politik di Indonesia. Akan tetapi menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada deal politik antara Jokowi dengan Hatta Radjasa.

Dalam pandangan Adrian, meskipun keduanya bersaing saat Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu, bisa saja mereka memiliki orientasi atau pandangan yang sama dalam membangun pemerintahan kedepan.

“Sebenarnya pertemuan seperti itu, suatu yang biasa dalam budaya politik kita. Namun kemungkinan ada deal politik, sangat terbuka. Apalagi Jokowi butuh kekuatan di parlemen, untuk mendukung pemerintahannya,” jelas Ardian ketika dihubungi melalui ponselnya, Selasa (2/9).

“Sekarang ini kan kekuatan koalisi pemerintahan Jokowi-JK di DPR, kurang dari 50 persen. Idealnya untuk membangun pemerintahan yang kuat, dibutuhkan dukungan lebih dari 50 persen di parlemen agar tidak ada penjegalan program pemerintah kedepannya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut kemungkinan besar Jokowi menawarkan kursi menteri kepada Hatta Radjasa. Itu sebut Adrian, sangat mungkin apalagi Hatta masih layak untuk menjabat sebagai menteri di kabinet bentukan Jokowi-JK.

Jika benar ada deal politik antara Hatta dengan Jokowi, maka partai politik yang tergabung dalam koalisi merah putih terutama Partai Gerindra, tidak akan menyenangi itu.  Ia yakin, Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga Calon Presiden (Capres) pesaing Jokowi, Prabowo Subianto tidak akan suka diperlakukan seperti itu oleh mantan pendampinginya tersebut.

Terpisah, pengamat politik dari Unsri, Febrian menilai langkah Hatta Radjasa itu adalah langkah aman dan menguntungkan bagi Partai Amanat Nasional (PAN). “Dalam sejarah politik kita, partai menengah seperti PAN rentan melemah dan bersikap tidak realistis dalam menyikapi kekuasaan. Sikap PAN itu, saya pikir lebih menguntungkan dibandingkan jika mereka mengambil langkah oposisi,” tukasnya.

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster