2015, Sumsel Miliki Pusat Perikanan

Pusat-Perikanan

Foto : Google Image

PALEMBANG – Sumatera Selatan (Sumsel), bakal menjadi pusat pengembangan perikanan air tawar di kawasan Asia Tenggara. Kepastian itu disampaikan oleh Sekertaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja yang dibincangi usai membuka International Conference on Inland Capture Fisheries di Hotel Novotel, Palembang, Selasa (2/9).

Menurut Sjarief, pusat pengembangan ikan air tawar itu akan didirikan di Palembang dan menjadi yang pertamakali ada di Indonesia. “Pembentukan pusat pengembangan ikan air tawar ini dibangun, sebagai bentuk kerjasama negara-negara di kawasan ASEAN dalam mengembangkan potensi sumber daya yang ada di perairan umum,” jelas Sjarief.

Ia menjelaskan, saat ini luas perairan umum di Indonesia mencapai 54 juta hektar, luasan tersebut terdiri dari 12 juta hektar perairan, sungai, dan paparan banjirnya serta 39 juta hektar perairan rawa.

“Sedangkan dua juta hektar lagi, merupakan perairan danau dan badan air lainnya. Sebagai negara yg disebut dengan istilah ‘Mega Biodiversity Country’, Sumsel salah satu wilayah yang mempunyai potensi besar terhadap sumber daya yang ada di perairan umum dengan banyaknya jenis ikan dan organisme air lainnya,” terangnya.

Ia menambahkan, hal inilah yang menjadi potensi besar karena ikan-ikan air tawar yang ada di Indonesia bukan hanya melihat sustainbility saja, tetapi juga jadi tempat untuk masyarakat sekitar yang hidup disekitaran dijadikan sebagai ketahan pangan.

Oleh karena itulah, Indonesia punya kepentingan untuk merancang sebuah mekanisme dan manajemen yang menjaga keberlangsungan air diperairan umum, sekaligus menjaga kualitas sumber daya hayati yang ada di dalamnya.

“Jika pusat pengembangan tersebut sudah dibuat, maka kekuatan manajemen pengolahan perairan umum di Indonesia akan menjadi model pembelajaran di seluruh kawasan ASEAN,” bebernya.

Bentuk kerjasamanya nanti tambah Sjarief, akan membuat kemampuan mengidentifikasi sumber daya hayati apa saja yang ada di perairan umum.  Sumsel khususnya Palembang lebih dioptimalkan, seperti ikan belida dan gabus yang harus dipertahankan keberlangsungannya agar tidak punah.

“Pembangunan sudah mulai dilakukan dan diperkirakan Desember mendatang, telah rampung. Setelah disahkan oleh SEAFDEC, awal Januari 2015, pusat pengembangan perikanan perairan umum di Palembang sudah akan beroperasi secara penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan, Sumsel mempunyai letak geografis yang sangat strategis dengan berpenduduk lebih kurang 7 Juta jiwa, mempunyai potensi sumber daya mineral, energi dan pangan yang cukup besar sehingga memposisikan daerah ini sebagai kawasan terkaya nomor  lima di Indonesia.

“Sumsel kaya akan potensi ikan. Tahun 2013, produksi ikan Sumsel mencapai 525.679,3 ton dengan rincian dari perikanan tangkap laut mencapai 44.531,8 ton dan dari produksi budidaya 429.195,5 ton. Dari segi kekayaan, plasma nutfah Sungai Musi, paling sedikit terdapat 221 jenis ikan,” ungkapnya.

“Pemprov menyambut baik terpilihnya Palembang, sebagai tempat berdirinya The Inland Fisheries Resources Development and Management Departmen. Semoga potensi perikanan di Sumsel dan Indonesia serta ASEAN, dapat meningkat nyata memberikan kontribusi besar bagi pengetahuan dan teknik pengelolaan perairan umum daratan yang dapat diterapkan di Indonesia, ASEAN serta seluruh dunia,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com