Warga Lebih Pilih Bensin Eceran

 290 total views,  2 views today

Ilustrasi Bensin Eceran | Ist

Ilustrasi Bensin Eceran | Ist

MUARAENIM – Dampak pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi oleh PT Pertamina, masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Muaraenim. Antrian sering terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti di Tanjung Enim.

Kondisi ini membuat sebagian warga, lebih memilih untuk membeli bensin eceran walau harganya lebih mahal. “Lebih baik beli di eceran, dibanding harus antri,” kata Nurul, salah satu pengendara sepeda motor di Tanjung Enim yang dibincangi Kabar Sumatera, Senin (1/9).

Ia menyebut, bensin yang dijual pedagang eceran perliternya sekitar Rp 8 ribu. Namun harga itu menurutnya, tidak seberapa jika dibandingkan harus mengantri di SPBU. “Di SPBU, kita bisa antri sampai satu jam. Kadangkala, saat giliran kita sudah habis,” ucapnya.

Pantauan Kabar Sumatera, pedagang bensin eceran kini semakin menjamur di Tanjung Enim. Disejumlah titik, dengan mudah ditemukan pedagang bensin eceran. Kondisi inilah yang membuat warga lebih memilih membeli bensin secara eceran.

Salah seorang pedagang bensin eceran di Tanjung Enim, yang tidak mau disebutkan namanya mengaku dalam satu hari ia bisa menjual puluhan liter. Keuntungannya menurut dia, cukup lumayan.

“Bensin itu, kami dapatkan dengan cara membeli di SPBU. Kita harus rela antri berjam-jam untuk mendapatkannya, sehingga wajar jika harganya kami jual lebih mahal dibandingkan di SPBU,” tukasnya.

 

TEKS         : SISWANTO

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster