Polisi Kantongi Identitas Pembunuh pembantu dan majikan

 397 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Kasus pembunuhan  sadis yang menimpa Hj Mariam (60) dan pembantunya Masnun (40), Sabtu (23/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Mulai menemui titik terang, Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), yang sudah mengetahui identitas pelaku, terus mencari keberadan tersangka yang lebih dari satu orang.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resort Kota (Polsekta) Kalidoni Palembang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tri Sumarsih, saat menghadiri hari ulang tahun (HUT) Polwan di Mapolda Sumsel, Senin (1/9). “Baik anggota Polsek Kalidoni dan anggota Ditreskrimum Polda Sumsel akan terus memburu tersangka pembunuhan. “Namun, identitas pelaku belum bisa kami sebutkan. Hal ini kami lakukan demi kepentingan penyelidikan. Semoga saja dalam waktu dekat bisa kita publikasikan,” jelasnya.

Selain sudah mengantongi identitas pelaku, Tri mengaku, pihaknya sudah menemukan tujuan utama pelaku yang menghabisi nyawa Mariam dan pembantunya, Masnun. Tri menduga, pelaku memang sudah punya tujuan menghabisi nyawa Mariam.

Dugaan ini didapat dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap pihak keluarga Mariam. “Kita menduga ini pasal utang-piutang. Setelah kita dapatkan informasi dari pihak keluarga. Namun, siapa yang punya utang belum bisa kita sebutkan,” kata Tri.

Pelaku yang membawa lari harta Mariam, diduga hanya untuk mengaburkan modus kejahatan yang dilakukan. Dengan kata lain, pelaku ingin menunjukkan ini kasus perampokan, bukan pembunuhan.  “Namun, kuat dugaan, pelaku memang punya niat membunuh Mariam,” tambahnya.

Terkait identitas pelaku, Tri menduga pelaku orang yang dikenal oleh korban. Bisa dari pihak keluarga ataupun rekan bisnis. Dugaan ini mengacu dari keterangan keluarga yang mengatakan, korban tidak akan membukakan pintu jika ada orang tidak dikenal berkunjung ke rumah. Karena korban mengenal pelaku, maka korban membukakan pintu. Sebab itu, tidak ada perusakan yang dilakukan pelaku sebelum beraksi.

Tentang senjata yang digunakan pelaku, berupa pisau dan gunting, Tri memastikan senjata itu milik korban. Pelaku menggunakan pisau dan gunting milik korban untuk menghabisi nyawa kedua korban. Kedua alat itu kini sudah diamankan untuk dijadikan alat bukti. “Kita masih terus mencari pelakunya dengan menyebar anggota ke lapangan. Tentu saja, dugaan-dugaan dari pemeriksaan saksi, kita jadikan acuan untuk mencari keberadaan pelaku,” kata Tri.

Seperti diketahui, Mariam dan pembantunya ditemukan tewas di rumah Mariam dengan kondisi miris. Selain itu, uang tunai senilai Rp 20 juta dan emas sebanyak 15 suku diduga dibawa lari oleh pelaku perampokan. Terkiat dengan hal itu, Polsekta Kalidoni dibantu Ditreskrimum Polda Sumsel untuk mencari keberadaan pelaku.

AKBP FX Winardi, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, mengatakan pihaknya sudah menyebar anggota ke lapangan dengan menurunkan 15 personil dari Unit I yang dipimpin Kompol Antoni Hadi.

 

TEKS     : OSCAR RYZAL

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster