Petani Kesulitan Pasarkan Jagung

 359 total views,  2 views today

Jagung | Ist

Jagung | Ist

BANYUASIN – Petani di Desa Sepakat Sari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, kesulitan untuk memasarkan jagung pipilan. Kondisi ini, dirasakan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani Rangga Sepakat.

“Tahun ini kami pertama kali tanam jagung, sekarang sudah panen dengan hasilnya cukup lumayan. Perhektar bisa mencapai 12 ton, namun sayangnya kami kesulitan untuk memasarkannya” ucap Supardi salah satu petani jagung di Desa Sepakat Sari ketika dibincangi, Senin (1/9).

Dikatakannya,  para petani saat ini hanya bisa menunggu sambil berharap ada pembeli jagung yang datang karena mereka telah mempromosikan dari mulut ke mulut. Selain kendala belum ada pedagang yang datang lanjut dia, para petani juga terkendala dengan susahnya mendapat pupuk bersubsidi.

“Kalau disini pak, seandainya pupuk bersubsidi seperti urea, SP36 dan NPK mencukupi untuk memupuk, niscaya hasilnya lebih besar lagi dari yang sudah ada saat ini, rata-rata disini dari satu hektar lahan hasil yang didapat antara delapan sampai 12 ton,” bebernya.

Senada dikatakan oleh Gunawan, petani lainnya. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah, untuk memasarkan hasil produksi jagung mereka. “Untuk mendapatkan benih, tidak terlalu sulit. Namun yang menjadi kendala justru pemasarannya, selain itu kami berharap kemudahan untuk mendapatkan pupuk subsidi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Tangga Sekapat, Yanto dibincangi terpisah, membenarkan keluhan petani di desanya itu. Menurutnya, untuk memasarkan jagung jenis hebrida, mereka kesulitan. “Memang ini, tahun pertama kali menanam jagung. Hasilnya cukup memuaskan, sayang memasarkannya yang sulit. Mungkin dikarenakan belum banyak yang tahu,” ujarnya.

“Kami sudah mencoba memfasilitasi para petani, untuk mendapatkan harga jual yang standar pembelian pemerintah dengan harga diatas 3000/kilogram (kg). Mudah-mudahandalam satu atau dua hari kedepan, semoga segera laku,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banyuasin, Syaiful Bakri saat dihubungi berjanji akan segera memerintahkan Kepala UPTD Sembawa untuk mengakomodir keinginan petani di Sembawa tersebut.

“Kami berikan apresiasi kepada petani di Sembawa, yang ikut melaporkan panen jagung sehingga kami bisa memetakan wilayah mana saja yang berpotensi dibantu bibit jagung. Sehingga kedepannya, Banyuasin menjadi sentra Jagung di Sumatera Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster