Duh, Siswa SMK Ketahuan Curi Uang Saat Magang di Kemenag

 280 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

EMPAT LAWANG – YM (17), siswi kelas XI jurusan Teknologi Komputer, SMK Negeri 1 Empat Lawang, harus memupus cita-citanya. Pasalnya, ia terpaksa harus diberhentikan dari bangku sekolahnya karena ketahuan mencuri.

Aksi tak terpuji YM itu, dilakukannya saat mengikuti Praktik Kerja Industri di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang. Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, bermula Sabtu (23/8), Kantor Kemenag Empat Lawang sempat heboh, karena hilangnya sejumlah uang dari laci ruang kepegawaian.

Untuk menjebak siapa pelaku pencurian tersebut, ruangan kepegawaian di Kemenag Empat Lawang pun dipasang kamera CCTV. Ternyata sesuai prakiraan, YM kembali melakukan aksinya itu pada Rabu (27/8).

Dari hasil rekaman kamera tersenyum itulah, diketahui YM mengambil uang milik salah satu pegawai di Kemenag.”Awalnya YM tidak mengaku, setelah diperlihatkan video rekaman itu, baru ia mengakui sudah mengambil uang tersebut, ” kata Dave, salah satu pegawai Kemenag Empat Lawang seraya menunjukkan bukti rekaman dari kamera CCTV yang memperlihatkan aksi YM.

Menurut Dave, sejak awal ia mencurigai YM. Namun kecurigaan tersebut tidak dapat dibuktikan, karena tidak ada bukti  . Jumlah uang curian ? Dave sendiri tak bisa memastikan berapa banyak hilang. Namun diduga setiap kali beraksi, YM setidaknya mengambil uang sekitar Rp 50 ribu kadang lebih.   “Diperkirakan Rp 900 ribu. Karena YM mengambilnya tidak sekaligus, ” terang Deve, Senin (1/9).

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Empat Lawang, Syaiful Effendi yang dikonfirmasi melalui guru Bimbingan dan Konseling (BP), Evin Medelina, membenarkan YM adalah salah satu siswi SMK Negeri 1 Empat Lawang.

“Dia, sudah diberhentikan dari sekolah karena melakukan pencurian uang saat praktik kerja industri di Kemenag Empat Lawang. Kesalahannya sudah berulang kali, terpaksa kita keluarkan dari sekolah agar bisa berubah,” jelas Evin.

Diceritakannya, informasi didapat bahwa YM sering buat ulah, seperti mengambil ponsel dan lainnya. Pihak sekolah, sudah berulangkali memperingatkan dan memberikan sanksi serta pembinaan, termasuk dengan memanggil orang tuanya.

“Namun ia tidak berubah, tetap saja berulah lagi. Itu sangat memalukan nama baik sekolah, sehingga harus dikeluarkan. Beruntung persoalan itu, tidak dibawa ke jalur hukum,” sesal Evin seraya mengaku malu dan merasa gagal dalam mendidik mantan siswanya tersebut.

 

TEKS        : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster