BNN Kabupaten Lahat Belum Terealisasi

 95 total views,  3 views today

bnn

LAHAT – Kabupaten Lahat hingga kini belum juga memiliki Badan Narkotika Nasional (BBN), yang berada di bumi Seganti Setungguan. Padahal Pemerintah Kabupaten Lahat sudah mengusulkan sejak dua tahun lalu, ke sekretaris BNN pusat di Jakarta. Namun belum juga direaliasikan, padahal diharapkan bisa lebih intensif dalam menangani masalah narkoba di Kabupaten Lahat.

Kepala Bagian Kesera H Ali Afandi, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lahat sangat ingin berdiri BNN di Kabupaten Lahat. Sebab di sejumlah Kabupaten tetangga seperti Empatlawang, Muaraenim dan Pagaralam, sudah lebih dulu terbentuk. Sementera Kabupaten Lahat belum juga terbentuk, padahal luar wilayah dan pengguna narkoba kemungkinan tidak kalah dengan daerah lain.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Lahat sudah memberikan usulan, sejak dua tahun yang lalu. Dengan menyertakan lahan yang bisa dibangun sebagai kantor, serta anggota atau personil yang bisa diperbantukan. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi, karena BNN Pusat menganggap masih ada beberapa hal yang kurang. Terutama tenaga yang minim kompetan serta luas lahannya masih kurang.

Pemerintah Kabupaten Lahat sangat ingin, BBN bisa segera terbentuk. Karena fungsi dan manfaatnnya akan sangat sentral, dalam upaya penanganan masalah narkoba. Baik dari sisi pemberantasan, termasuk yang paling penting sosialisasi untuk pencegahan. Sehingga masyarakat di Kabupaten Lahat lebih paham dan mengerti, dan membuat peredaran dan pengguna narkoba menurun.

Terutama pada kalangan pelajar dan kaum remaja, yang masih sangat rentan menjadi target pengedar narkoba. Sehingga bila tidak segera diambil tindakan, mereka bisa menjadi sasaran empuk. Imbasnya dapat merusak moral generasi muda, sebagai penerus bangsa.

Anggota Narkoba Polres Lahat sudah berusaha mempersempit ruang gerak serta melakukan sosialiasi, sehingga bisa menekan pengedar dan pengguna narkoba. Namun akan lebih sempurna bila ada BNN, agar bisa lebih maksimal.

“Belum disetuji sampai saat ini. Katanya Lahan yang disiapkan kurang dan sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan kurang kompetitip,” ujar Ali Afandi.

 

TEKS    ; JUMRA ZEFRI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster