Batu Akik Tak Luntur Dimakan Zaman

 485 total views,  2 views today

Seorang Pembeli Sedang Memilih Batu Akik di Pasar Cinde | Dok KS

Seorang Pembeli Sedang Memilih Batu Akik di Pasar Cinde | Dok KS

PALEMBANG – Fenomena batu akik di masyarakat tak luntur dimakan zaman. Pasalnya, batu penghias cincin ini bukan hanya digemari orang tua bahkan anak muda pun mulai banyak yang memburu batu jin ini.

Batu akik dipercaya sebagai batu yang memiliki kekuatan ghaib bagi pemakainya. Bahkan dengan kekuatan doa dan syarat-syarat tertentu jenis batu akik ini disebut juga sebagai batu jin, karena Sulaiaman dalam hikayat kerasulan adalah seorang raja yang terkenal sebagai raja bangsa jin dan manusia.

Untuk mendapatkan batu akik sendiri tentunya tidak sulit, fenomena gandrung batu akik ini banyak dijumpai di jalanan, pelataran masjid bahkan di mal-mal besar atau pemesanan lewat online.

Lazimnya orang memakai batu alam dijarinya dengan alasan estetika atau keindahan. Batu akik yang melingkar dijari dianggap sebagai aksesoris. Tetapi tidak hanya sebagai perhiasan, banyak juga yang memakai batu akik sebagai jimat, tolak bala, penyembuh dan sebagainya. Selain alasan keindahan, ada juga masyarakat yang meyakini bahwa batu akik memiliki khasiat dan kekuatan gaib yang tersimpan di dalamnya. Hal itulah yang membuat batu akik tidak pernah kehilangan penggemar.

Batu akik yang mempunyai kekuatan gaib bukan batu sembarangan. Batu akik yang memiliki unsur magis berasal dari alam, bukan buatan manusia. Sebut saja mirah delima yang dipercaya memiliki segudang khasiat bagi pemiliknya.

Menurut Haidar, pedagang batu akik di area pasar Cinde, Palembang mengatakan, saat ini batu akik menjadi salah satu benda yang makin booming diperbincangkan banyak orang selama dua tahun terakhir.

Bukan hanya orang tua dan dewasa, namun telah menjamur pada anak-anak muda.  Dari beberapa pengunjung yang singgah di tempat dagangnya, tak hanya diramaikan oleh masyarakat pribumi, khususnya Palembang.

Namun ada beberapa wisatawan mancanegara tampak mewarnai perburuan batu akik. “Selain orang Palembang, orang Jepang dan China juga banyak  mencari  batu akik ini,” kata pria berusia 56 tahun itu.

Selama delapan tahun menggeluti jual beli batu akik, dari beberapa jenis batu yang dijajakanya. Ada beberapa jenis batu yang memang banyak menjadi incaran para kolektor. “Kalau orang Jepang dan China paling banyak mencari jenis batu biru langit, lavender, keong jadi batu, kecubung ulung,” ungkap pria yang juga sebagai guru di SMK N 7 itu.

“Dan yang jadi primadona warga Palembang adalah biru langit, lavender, tapak jalak, bacan,” tambah Haidar.

Pedagang lainnya, Rivan menambahkan, seiring maraknya masyarakat menggandrungi batu akik, dia berharap pemerintah dapat memfasilitasi tempat yang lebih refresentattif. Semacam pasar yang bisa menunjang pariwisata Kota Palembang. “Semacam pasar khusus (jualan batu cincin). Terutama wisatawan asing yang belum kenal dengan daerah Palembang akan lebih mudah mencarinya, ” pungkasnya.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster