Banyuasin Siap Hadapi MEA 2015

 269 total views,  2 views today

Ilustrasi

Pintu Gerbang Komplek Perkantoran Kabupaten Banyuasin | Dok KS

BANYUASIN – Pada 2015, masyarakat di kawasan Asia Tenggara akan terintergrasi secara ekonomi atau disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA adalah bagian pasar bebas, sehingga produk-produk dari negara di kawasan ASEAN bisa bebas masuk.

Kondisi ini, mau tidak mau pelaku usaha kecil harus sanggup bersaing jika tidak ingin hanya jadi penonton. Namun menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyuasin, Hasmi melalui Kasi Bina Lembaga, Jaisi, Kabupaten Banyuasin, sudah siap menghadapi MEA 2015.

Berbagai kesiapan terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan terhadap berbagai kalangan. Sasarannya, para pemuda, pengusaha pemula, maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Selain pelatihan, kita juga mendampingi dan memfasilitasi mereka. Kita juga membantu membukakan jaringan usaha dan modal, melalui progaram CSR perusahan dan perbankan yang ada di Kabupaten Banyuasin,” kata Jaisi yang dibincangi, Senin (1/9).

“Untuk permodalan dari kita memang tidak ada, namun kita membantu untuk mengurus sertifikat Produk Industri Rumah Tangga (PRT) dari Dinas Kesehatan, sertifikat halal dari MUI dan hak paten,” bebernya.

Dijelaskanya, MEA merupakan kegiatan perdagangan yang terintegrasi atau berupa free trade area (area perdagangan bebas). Dimana dalam MEA, ada penghilangan tarif perdagangan sesama negara ASEAN, serta pasar tenaga kerja dan pasar modal yang bebas.

Ini tentunya akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi tiap negara. “Keterbukaan pangsa pasar itu, tentunya harus diimbangi dengan jiwa technopreneur. Artinya pelaku usaha, harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memasarkan produk mereka,” jelas Jaisi.

Dia optimistis, Kabupaten Banyuasin siap mengadapi MEA. Pasalnya saat ini ada beberapa UMKM di Banyuasin, telah mampu menjual produknya keluar negeri seperti produk kerupuk udang dari Sungsang, ubi kayu dan ikan asin.

Selain itu sebut Jaisi, Kementrian Koperasi dan UMKM, juga menggelontorkan bantuan modal bagi koperasi dan UMKM guna menghadapi MEA 2015. “Namun berapa besar bantuan modal yang diberikan kementrian, kita belum mengetahui. Informasi yang kami dapatkan, bantuan itu akan dikucurkan pada Oktober nanti,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster