Dipermalukan PBR dikandang Sendiri, SFC Kian Terpuruk

 338 total views,  2 views today

Skuad PBR saat Melakoni Laga SFC Vs PBR di GSJ Palembang (31/8/2014)

Skuad PBR saat Melakoni Laga SFC Vs PBR di GSJ Palembang (31/8/2014)

PALEMBANG – Sriwijaya FC, kini tak lagi menjadi klub sepakbola yang disegani di Indonesia. Menyandang status klub syarat prestasi, namun di musim kompetisi kali ini Laskar Wong Kito menelan banyak kekalahan, termasuk saat bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang.

Hari ini (31/8), contohnya. Lancine Kone, dkk kian terpuruk. Usai dikalahkan Arema Cronus, Minggu (24/8) lalu, kini giliran Pelita Bandung Raya (PBR) yang mempermalukan Sriwijaya FC dihadapan pendukungnya sendiri.

Dua gol yang dilesakkan mantan Kapten Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Bambang Pamungkas atau yang kerap dipanggil Bepe membuat anak asuh Subangkit tersebut, tertunduk lesu usai pertandingan.

Dengan hasil ini, PBR menggusur Persija Jakarta diperingkat keempat. Kedua klub itu, akan berebut satu tiket ke babak delapan besar ISL.Nasib keduanya akan ditentukan pada pertandingan terakhir 5 September mendatang. Sementara bagi Sriwijaya FC, kekalahan yang keempat secara berturut-turut itu menyebabkan mereka tak beranjak dari peringkat enam klasmen sementara ISL wilayah barat dengan koleksi 23 poin.

Jalannya Pertandingan

Dalam pertandingan kemarin, begitu kick off dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. PBR yang membutuhkan tiga poin, langsung mengambil inisiatif penyerangan.

Pertandingan baru berjalan tiga menit, Kim Jefrrey Kurniawan sudah membuka peluang. Sayang sepakan pemain naturalisasi itu dari luar kotak pinalti, masih ditepis Fauzi Toldo yang menjaga gawang Sriwijaya FC.

Tak ingin dipermalukan, Sriwijaya FC langsung meresponnya. Tendangan bebas Frank Ongfiang mengarah ke gawang PBR, tapi sayang masih jauh dari sasaran. Upaya PBR untuk mengungguli tuan rumah, akhirnya terwujud pada menit ke-21.

Umpan M Rifan disambut tandukan Bepe, yang gagal diantisipasi Toldo sehingga papan skor berubah 0-1 untuk keunggulan PBR. Tertinggal satu gol, membuat pemain-pemain Sriwijaya FC mencoba membalasnya.

Selang tiga menit atau menit ke-24, Lancine Kone berhasil menyamakan kedudukan melalui titik putih. Hadiah pinalti ini diberikan wasit setelah Boban Nikolic melanggar Yohanis Nabar di kotak terlarang.

Menit ke-31, Vendry Mofu nyaris membuat timnya unggul. Namun tiang gawang, masih menyelamatkan PBR. Di waktu tersisa, kedua tim saling melakukan tekanan, tapi skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Dibabak kedua, pertarungan kian sengit. Tuan rumah kali mengambil inisiatif serangan, hanya saja,tembok pertahanan PBR cukup kokoh menghalau serangan Sriwijaya FC. Mendapat tekenan, PBR memberikan respon. Peluang diperoleh The Boys Are Back (julukan PBR), pada menit ke-58. Tapi Fauzi Toldo, mampu mengantisipasi ancaman yang diberikan Kim Jeffrey lewat sepak pojok.

Sejumlah pelanggaran keras mulai terjadi, selepas laga berjalan satu jam. Duel antara kedua tim pun makin sengit. Sriwijaya FC berusaha mencari kemenangan pertama setelah di tiga laga sebelumnya babak belur.

Namun serangan Sriwijaya FC ini, membuat sektor pertahanan lengah. Melalui serangan balik cepat, Bepe kembali menjadi momok bagi Sriwijaya FC. Bola hasil tandukannya, usai menerima umpan dari sektor kiri membuat gawang Fauzi Toldo kembali koyak pada menit 84, sehingga skor kembali berubah 1-2 untuk keunggulan PBR.

Di waktu tersisa, pemain Sriwijaya FC bangkit untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja, upaya mereka tidak membuahkan hasil, dan terpaksa harus menelan kekalahan untuk keempat kalinya berturut-turut.

“Saya sangat puas, bisa memenangkan pertandingakn ini. Tiga poin ini, penting bagi kami untuk masuk ke babak delapan besar. Pertandingan tadi bersih, tidak ada permainan kotor seperti banyak dibilang orang,” kata Dejan, pelatih PBR yang dibincani usai pertandingan.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Subangkit merasa kecewa dengan kekalahan keempat berturut-turut diperoleh anak asuhnya. “Pemain sudah maksimal, tapi kita sadar dengan krisis pemain ini membuat kita tidak maksimal.  Ongfiang dan Syakir baru sembuh, dibelakang tidak ada Maiga dan Firdaus,” kata Subangkit.

Hanya saja, Subangkit merasa ada yang kurang pada timnya saat dikalahkan PBR. “Kalau strategi sudah  jalan, tapi motivasi saja yang kurang. Mungkin mental anak-anak drop setelah tiga kali kekalahan  beruntun itu,” tukasnya.

 

TEKS          : IQBAL

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster