Dibangun dari Dana APBD, Banyak MCK Plus Terbengkalai

 201 total views,  6 views today

 

MCK plus yang dibangun oleh Dinas PU CK Kabupaten Empat Lawang, terbengkalai seperti di Desa Lubuk Kelumpang, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang. Foto: Saukani

MCK plus yang dibangun oleh Dinas PU CK Kabupaten Empat Lawang, terbengkalai seperti di Desa Lubuk Kelumpang, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang. Foto: Saukani

EMPAT LAWANG – Beberapa titik bangunan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, terbengkalai. Bahkan, tidak jarang juga ada beberapa MCK yang sejak dibangun pemerintah tapi tak di fungsikan masyarakat.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, Minggu (31/8), sebagian besar kendala tidak di fungsikannya MCK tersebut, akibat kekurangan air bersih. Diketahui beberapa titik MCK masih menggunakan sumur tradisional, sehingga pada musim kemarau terjadi kekeringan. Disisi lain, ada juga fasilitas MCK seharusnya menjadi milik masyarakat umum tetapi dibangun didalam pekarangan pribadi.

“Seharusnya fasilitas MCK menggunakan sumur bor, tapi kenyataannya hanya sumur tradisional. Makanya, saat musim kemarau tidak ada air dan terbengkalai saja,” kata sumber koran ini, kemarin.

Dicontohkannya, kondisi bangunan MCK di Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Desa Merkarti Jaya, Lubuk Kelumpang serta beberapa desa lainnya. Umumnya setelah dibangun, tidak menjadi solusi kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitarnya.  Kendalanya tidak lain, seharusnya dibangun sumur bor tetapi direalisasikan hanya sumur tradisional saja. “Biayanya kan beda, sumur bor dengan sumur tradisional,” cetusnya.

Hal senada disampaikan Madi (38),warga Tebing Tinggi. Dia menilai program pembangunan MCK massal hanya dijadikan proyek keuntungan pribadi, bagi pemborongnya saja. Seharusnya Pemkab Empat Lawang melalui Dinas PU Cipta Karya (CK), melakukan inspeksi ke lapangan, agar tahu betul kondisi sebenarnya dan tidak terkesan hanya menyalahkan masyarakat.  “Saya kira pemkab tak perlu lagi membangun MCK, banyak percuma saja. Sudah dibangun dengan biaya besar, tapi tak di fungsikan masyarakat umum,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas PU Cipta Karya Empat Lawang A Syaiful Natsir mengaku, siap merespon permintaan warga untuk membuat sarana dan prasarana air bersih, karena itu masuk dalam prioritas utama. Namun, tetap diperhatikan azaz manfaatnya.

Syaiful mengakui, tidak sedikit laporan diterimanya mengenai fasilitas air bersih dan MCK tidak difungsikan, padahal telah dibangun pemerintah di tempat tinggalnya. Bahkan, cendrung tidak terawat dan terbengkalai saja. “Sudah banyak fasilitas MCK dibangun namun sayang tidak dimanfaatkan secara maksimal, harusnya masyarakat menjaga, merawat, dan memanfaatkan dengan baik,” tukasnya.

 

TEKS            : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster